“Kavallerie-Artillerie”, tulisan yang masihnampak jelas saat masuk di Mangkunegaran tepatnya di sebelah timur Pendapa. Kavallerie-Artillerie masa sekarang sudah tidak segarang masa abad ke-19,namun pada masanya dulu merupakan sebuah simbolis adopsi kultur Eropa di Surakarta. Hal ini menjadi rangsangan pemikiran kita untuk merekonstuksi interelasi masyarakat kolonial dengan masyarakat Surakarta, yang selama ini digambarkan jauh dari kata harmonis. Kavallerie-Artillerie menambah bukti setelah perkumpulan priyayi Solo “Abripraya”, mampu menolak gambaran interaksi disharmoni Jawa-Eropa. Simak ulasan lebih lanjut tentang Kavallerie-Artillerie di Buletin PRADAKSINA Edisi ke-5, Oktober 2012, dapatkan di Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UNS