FKIP – Program Lompatan Indikator Kinerja Utama (IKU) Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Kuliah Umum “Peluang Berkarier di Era Digital bagi Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia” secara daring pada Selasa (21/09/2021) melalui aplikasi Zoom Meeting.

Dalam sambutannya, Prof. Slamet Subiyantoro menyampaikan tiga hal utama dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2020.

“Ada satu hal yang perlu kita ketahui bersama bahwa terdapat tiga komitmen penting pemerintah sebagaimana tertuang di Renstra Kementerian Pendidikan Kebudayaan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020. Seiring dengan itu, kinerja dosen, mahasiswa, dan sivitas akademika diukur dengan delapan indikator kinerja utama yang tertera dalam Surat Keputusan Kementerian Nomor 754. Maka, Kuliah Umum PBSI yang mendatangkan praktisi dari dunia industri dan dunia usaha ini adalah jawaban yang tepat untuk hal tersebut,” jelas Prof. Slamet.

Dimoderatori oleh Chafit Ulya, S.Pd., M.Pd. selaku Dosen PBSI FKIP UNS, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber. Kuliah umum tersebut menghadirkan narasumber yang merupakan praktisi di bidang jurnalistik, kepenyiaran, dan penyuntingan.

Pemaparan materi pertama disampaikan oleh Krisna Sumargo selaku Jurnalis Senior Tribunnews dan Ombudsman Tribun Network. Krisna memaparkan materi mengenai transformasi Tribun Network, mulai dari produk Tribun Network, Tribun Network Milestone, hingga jurnalisme di Tribun. Ia menjelaskan bahwa alih wahana dalam industri Tribun Network terjadi karena tren menurunnya konsumsi media cetak akibat perkembangan teknologi informasi.

“Terjadi transformasi dalam industri dan cara mengolah basis bisnis kami. Setelah bertahun-tahun menggeluti industri karya cetak saja, saat ini kami berfokus untuk mengalihkan kemampuan, segenap sumber daya, dan juga pengalaman untuk masuk ke dunia digital sepenuhnya. Digitalisasi bisnis yang kami lakukan disebabkan tren menurunnya konsumsi industri media cetak pada tahun 2010-an serta tuntutan untuk mengikuti perkembangan teknologi dan informasi,” jelas Krisna.

Selanjutnya pemaparan kedua oleh Sara Neyrbiza selaku CEO speaking.id. Sara memaparkan materi mengenai reaksi-reaksi akibat rasa takut berbicara di depan umum, macam-macam komunikasi dalam dunia kepenyiaran, hingga peluang karir bagi orang yang memiliki skill public speaking. Ia juga menjelaskan bahwa komunikasi itu bukan hanya bicara, tetapi penuh tantangan untuk dipelajari.

“Komunikasi itu bentuknya sangat beragam. Ada komunikasi didaktik. Dalam dunia kepenyiaran, komunikasi didaktik adalah komunikasi dengan orang lain, bisa dengan rekan kerja atau narasumber. Ada juga komunikasi kelompok dan komunikasi media massa. Jadi, komunikasi nggak cuma ngomong doang, tetapi komunikasi itu penuh tantangan yang perlu dipelajari,” jelas Sara.

Kegiatan dilanjutka oleh pemateri terakhir yaitu Ivan Lanin yang merupakan Direktur Narabahasa. Ivan memaparkan perjalanan karier dalam hidupnya. Selain itu, ia juga memaparkan visi, misi, produk, dan proses Narabahasa serta peluang industri bahasa dan peran penyunting.

“Penyunting adalah orang yang berada di tengah. Jadi, mereka adalah orang yang berperan menghubungkan antara penulis dan pembaca. Penyunting bertugas menyunting substansi dan bahasa yang ada dalam draf naskah sebelum menjadi naskah final untuk diterbitkan,” pungkas Ivan

Reporter: Rosantika Utami
Editor: Aulia Anjani

https://fkip.uns.ac.id/
https://www.instagram.com/fkipuns.official/

#fkipuns
#fkipbagus
#uns
#universitassebelasmaret
#unsbisa