FKIP – Program Studi (Prodi) Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Website Seminar (Webinar) Kuliah Tamu pada Sabtu (16/10/2021). Bertemakan “Sumpah Pemuda, Peran dan Tantangan Pemuda Indonesia Masa Kini dan Yang Akan Datang”, webinar diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting.

Dimoderatori oleh Dadan Adi Kurniawan, S.Pd., M.A. selaku Dosen Pendidikan Sejarah FKIP UNS, Webinar Kuliah Tamu ini menghadirkan dua narasumber. Adapun, kedua narasumber tersebut adalah Kuncoro Hadi, S.S., M.A. selaku Dosen Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Tzabit Azinar Ahmad, S.Pd., M.Pd. selaku Dosen Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Narasumber pertama, Kuncoro Hadi, S.S., M.A. memaparkan materi bertajuk “Pemuda dan Pembayangan Atas Nation: Catatan Kronologis”. Dalam materi tersebut, ia menekankan tiga periode peran pemuda di nusantara yang ditarik dari masa pergerakan nasional tahun 1908, yaitu periode primordial, periode persatuan, serta periode militer dan politik. Ia menjelaskan bahwa pengalaman dan kegelisahan pemuda adalah hal yang melahirkan pembayangan untuk menjadi satu bangsa dan satu negara.

“Dari berbagai pengalaman dan kegelisahan tersebut, akhirnya pemuda itu punya mimpi dan pembayangan. Pada periode pengalaman ini belum membayangkan bangsa dan negara, tetapi berdasarkan pengalaman-pengalaman itulah pemuda memiliki kegelisahan yang melahirkan pembayangan untuk menjadi satu bangsa dan satu negara,” jelas Kuncoro.

Narasumber kedua, Tzabit Azinar Ahmad, S.Pd., M.Pd. memaparkan materi bertajuk “Memaknai Sumpah Pemuda”. Dalam materi tersebut, ia menjelaskan bahwa belajar sejarah memiliki tiga paradigma. Ia juga menjelaskan mengenai hikmah sejarah, di mana belajar sejarah bukan untuk masa lalu namun untuk masa kini dan masa depan.

“Belajar sejarah itu paradigmanya ada tiga. Pertama learning about story atau belajar tentang sejarah, misalnya hafal tahun-tahun, penyebab, dan faktor-faktor dalam peristiwa sejarah. Kedua, learning from story atau belajar dari sejarah. Artinya, belajar dari hal-hal yang penting dan hikmah dari cerita sejarah lalu diimplementasikan dalam kehidupan agar menjadi paradigma yang ketiga, yaitu learning for history atau belajar mencipta sejarah. Jadi setelah kita tahu dan mengambil hikmahnya, kita visioner untuk menciptakan sejarah baru yang lebih baik dari periode sebelumnya. Belajar sejarah atau belajar tentang masa lalu jangan sampai untuk masa lalu, tetapi untuk masa kini dan masa depan,” pungkas Tzabit.

Reporter: Rosantika Utami
Editor: Aulia Anjani

https://fkip.uns.ac.id/
https://www.instagram.com/fkipuns.official/

#fkipuns
#fkipbagus
#uns
#universitassebelasmaret
#unsbisa