FKIP – Program Studi (Prodi) Magister (S-2) Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar webinar selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat (11-13/5/2022). Bertemakan “Narrative Inquiry: Teacher’s Stories, Research, and Reflection”, webinar digelar secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. selaku Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan webinar ini. Menurutnya, webinar ini dapat memberikan gambaran umum mengenai salah satu metode penelitian, yaitu Metode Narrative Inquiry.

“Kami atas nama pimpinan UNS mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh peserta dalam webinar ini. Kami juga memberikan apresiasi atau penghargaan kepada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, khususnya pada Prodi Magister Pendidikan Bahasa Inggris, atas keberhasilannya dalam merancang dan menyelenggarakan webinar ini. Tentunya, webinar ini dapat memberikan gambaran umum mengenai metode penelitian, yaitu Metode Narrative Inquiry yang akan sangat bermanfaat bagi para peneliti,” kata Prof. Yunus.

Dimoderatori Dr. Nur Arifah Drajati, M.Pd. selaku Dosen S-2 Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNS, webinar ini menghadirkan 1 narasumber yang ahli dalam bidang tersebut. Ia adalah Prof. Gary Barkhuizen dari University of Auckland, New Zealand.

Webinar hari pertama, Rabu (11/5/20220), mengusung topik diskusi “Narrative Inquiry as The Life Stories and How to Frame It in a Research”. Dalam pemaparannya, Prof. Gary menjelaskan mengenai definisi, hubungan antara cerita dengan proses narrative inquiry, topik yang tepat dalam narrative inquiry, hingga hal-hal yang harus dilakukan peneliti dalam proses narrative inquiry.

Prof. Gary menjelaskan bahwa metode narrative inquiry difokuskan pada cerita mengenai pengalaman hidup narator. Ia juga menjelaskan mengenai acuan isi atau konteks dalam metode narrative inquiry.

“Metode narrative inquiry memiliki perhatian atau fokus utama pada cerita yang diceritakan oleh narator mengenai pengalaman hidup mereka. Artinya, metode narrative inquiry lebih dari sekadar bercerita, tetapi juga berkaitan dengan pengalaman hidup dalam bercerita. Isi dalam narrative inquiry mengacu pada apa, apa yang diceritakan, mengapa, kapan, di mana, dan oleh siapa cerita tersebut,” jelas Prof. Gery.

Pada akhir pemaparannya, Prof. Gary memberikan 3 penegasan berdasarkan apa yang telah dipaparkan.

“Ada 3 poin yang harus dipahami. Pertama, metode narrative inquiry hampir sama dengan penelitian kualitatif, tetapi biasanya melibatkan narasi tentang beberapa pengalaman hidup yang mendalam. Kedua, cerita dalam metode narrative inquiry bisa sangat pribadi dan sensitif. Ketiga, hubungan antara peneliti dengan peserta adalah inti dari metode narrative inquiry,” pungkas Prof. Gary.

Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan dokumentasi bersama.

HUMAS FKIP

Reporter: Rosantika Utami
Editor: Aulia Anjani

https://fkip.uns.ac.id/
https://instagram.com/fkipuns.official/

#fkipuns
#fkipbagus
#uns
#unsbisa