FKIP – Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berkesempatan membagikan cerita dan pengalamannya dalam mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam kegiatan Sosialisasi Pendaftaran Program PMM Angkatan 2 pada Rabu (11/5/2022). Ia adalah Yokanang Chandra Arfiansyah dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) FKIP UNS.

Kegiatan Sosialisasi Pendaftaran Program PMM Angkatan 2 digelar secara daring oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud Ristek RI) melalui kanal Youtube Kemendikbud RI. Sosialisasi ini terbuka bagi seluruh mahasiswa di Indonesia yang ingin menggunakan hak belajar di luar program studi dan perguruan tinggi asal melalui Program PMM Angkatan 2.

Sosialisasi tersebut dilakukan oleh Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. (Menteri Kemendikbud Ristek RI), Prof. Ir. Nizam, M.Sc., D.I.C., Ph.D., I.P.U., Asean Eng. (Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi), dan Ir. Dwi Larso, MSIE, Ph.D. (Direktur Beasiswa LPDP RI).

Setelah sesi sosialisasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi pengalaman dari Alumni PMM Angkatan 1. Dalam sesi tersebut, Yokanang dan salah satu alumni PMM Angkatan 1 lainnya, Andi Husniatuzzahra dari Universitas Pattimura, membagikan cerita dan pengalaman mereka dalam mengikuti Program PMM Angkatan 1.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan bahwa dirinya senang atas pengalaman PMM Angkatan 1 yang telah dilaluinya di Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah.

“Saya senang bertemu rekan-rekan mahasiswa dari seluruh penjuru nusantara yang sangat menyambut baik. Di Universitas Tadulako, kami jadi sahabat di dalam dan luar kelas. Kebersamaan dengan teman-teman satu asrama juga sangat terasa. Saya belajar beragam budaya, seperti Tarian Mokambu. Sulawesi Tengah juga punya alam yang kaya seperti Laut Donggala dan peninggalan sejarah seperti situs megalitikum tertua di Indonesia, yaitu Lore Lindu,” kata Yokanang.

Lebih lanjut, Yokanang juga mengakui bahwa dengan mengikuti Program PMM Angkatan 1 dirinya menjadi lebih berani keluar dari zona nyaman. Dari pengalaman itu pula, dirinya mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi masa muda.

“Saya jadi mengeksplorasi diri dalam masa muda ini, belajar jadi pemimpin, belajar lebih terbuka, dan mengasah toleransi dalam bingkai persatuan Indonesia. Karena Indonesia sangat beragam, kami memahami dan saling menghargai kebudayaan yang berbeda,” kata Yokanang.

Ia menambahkan dengan mengikuti Program PMM Angkatan 1, dirinya dapat menjalin relasi antarmahasiswa dan masyarakat secara luas. Tak hanya kenangan akademis, persahabatan, dan kekayaan budaya, Yokanang mengaku dirinya juga mengalami pertukaran kuliner.

“Selain mendapatkan kenangan akademis, persahabatan, maupun kekayaan budaya, saya juga mengalami pertukaran kuliner. Sulawesi Tengah punya kuliner yang sangat beragam. Seperti palumara dengan bumbu kuning yang pedas, sambal roa khas tepian Teluk Palu, bawang goreng khas Palu, juga kaledo atau hidangan kaki lembu di Donggala. Makanan-makanan tersebut sangat sedap,” ucap Yokanang.

Program PMM Angkatan 2 membuka kesempatan bagi mahasiswa mengikuti pembelajaran di kampus-kampus di Indonesia sebagai upaya penguatan dan perluasan kompetensi, wawasan kebangsaan, cinta tanah air, serta memiliki pemahaman kebinekaan dan toleransi. Mahasiswa nonvokasi semester 3, 5, dan 7 dapat mempelajari informasi terkait PMM pada laman resmi Pertukaran Mahasiswa Merdeka (program-pmm.id).

HUMAS FKIP

Reporter: Rosantika Utami
Editor: Aulia Anjani

https://fkip.uns.ac.id/
https://instagram.com/fkipuns.official/

#fkipuns
#fkipbagus
#uns
#unsbisa