FKIP – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Research Grup Hukum dan Kewarganegaraan Program Studi (Prodi) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan lokakarya dan pendampingan bertemakan “Pengembangan Media Pembelajaran Pendidikan HAM Berbasis Video Animasi Bagi Generasi Muda di Era Digital di MGMP PPKn SMA Kota Surakarta” pada Senin (13/6/2022) secara luring di Hotel Loji, Surakarta.

Tim Pengabdian Prodi PPKn FKIP UNS terdiri dari tiga anggota. Ketiga anggota tersebut merupakan Dosen Prodi PPKn FKIP UNS, yaitu Prof. Triyanto, S.H., M.Hum., Widya Noventari, S.Pd., M.Sc., dan Yudi Ariana, S.H., M.H.

Dimoderatori oleh Widya Noventari, S.Pd., M.Sc., lokakarya ini menghadirkan tiga narasumber. Pemaparan pertama disampaikan oleh narasumber pertama, yaitu Prof. Dr. Triyanto, S.H., M.Hum. yang merupakan Dosen dan Anggota Tim Pengabdian Prodi PPKn FKIP UNS. Dalam pemaparannya, ia membawakan materi bertajuk “Konsep, Ruang Lingkup, dan Pembatasan HAM”.

Ia menjelaskan mengenai konsep dasar Hak Asasi Manusia (HAM), definisi HAM menurut Undang-Undang (UU), unsur HAM, hubungan warga negara dan kewarganegaraan, kekuasaan dan HAM, hingga ruang lingkup HAM. Menurutnya, HAM memiliki kedudukan untuk menjadi penyeimbang antara kedudukan rakyat dan negara. Ia juga menjelaskan mengenai tiga unsur HAM.

“Secara filosofis, kedudukan HAM itu bertujuan untuk menyeimbangkan kedudukan rakyat dan negara. HAM memiliki tiga unsur utama, yaitu tidak perlu diberikan, berlaku untuk semua orang dan tidak boleh dilarang. Prinsipnya, manusia itu tetap memiliki HAM walaupun negaranya tidak melindungi HAM,” jelas Prof. Triyanto.

Pemaparan materi kedua disampaikan oleh Widya Noventari, S.Pd., M.Sc. Ia juga merupakan Dosen dan Anggota Tim Pengabdian Prodi PPKn FKIP UNS. Ia mengusung materi bertajuk “Teknik Pemilihan Media Pembelajaran”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan mengenai klasifikasi media pembelajaran, kategori dasar media pembelajaran, alasan teoritis pemilihan media pembelajaran, hingga kriteria pemilihan media.

Kemudian, ia juga memberikan produk media pembelajaran berbasi video animasi yang dibuat melalui Canva dan Microsoft Powerpoint. Widya menjelaskan bahwa media pembelajaran yang bersinggungan dengan teknologi mampu meningkatkan motivasi belajar siswa.

“Saat ini media berbasis teknologi sedang digandrungi oleh generasi muda. Berdasarkan beberapa penilitian juga menyebutkan bahwa media pembelajaran yang bersinggungan dengan teknologi mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, guru harus senantiasa mengikuti serta memperbarui kapasitasnya dalam penggunaan teknologi untuk media pembelajaran di kelas,” jelas Widya.

Pemaparan materi terakhir disampaikan oleh Lail Nur Fadhlika, S.Pd. Ia merupakan Guru PPKn Sekolah Menengah Atas (SMA) 7 Surakarta. Dalam kesempatan ini, Lail memberikan tutorial penggunaan Canva sebagai salah satu aplikasi untuk membuat media pembelajaran. Ia juga menjelaskan bagaimana cara mendapatkan akses Canva untuk pendidikan.

Ada tiga poin penting sebagai tindak lanjut dari lokakarya ini. Pertama akan ada pendampingan pengembangan media pembelajaran HAM secara daring melalui grup WhatsApp dan Zoom Meeting apabila diperlukan. Selanjutnya, peserta akan diminta membuat video pembelajaran dan akan dipilih tiga video terbaik. Terakhir, semua peserta akan memdapatkan sertifikat apabila menyelesaikan produk media pembelajaran.

Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama.

HUMAS FKIP
Reporter: Rosantika Utami
Editor: Zalfaa Azalia Pursita

https://fkip.uns.ac.id/
https://instagram.com/fkipuns.official/

#fkipuns
#fkipbagus
#uns