FKIP – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar diskusi pendidikan bertema “Pentingnya Literasi Finansial Untuk Anak Usia Dini” pada Minggu (27/11/2022). Acara yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini mengundang Dr. Ratna Candrasari, M.Si. selaku dosen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Andriani Rahma Pudyaningtyas, S.Psi., M.A. selaku dosen PG PAUD FKIP UNS sebagai pembicara.

Dalam pemaparannya, Dr. Ratna menjelaskan bahwa literasi keuangan itu penting. Penyebab pentingnya literasi keuangan adalah fakta bahwa generasi saat ini cenderung boros, cepat bosan, mendapatkan kemudahan dan kenyamanan dalam berbelanja, adanya financial technology, rentan terpengaruh iklan dan idola, kemampuan pengelolaan keuangan buruk, dan minimnya informasi literasi keuangan. Menurutnya hal-hal itulah yang nantinya akan berdampak pada peningkatan literasi keuangan dan peningkatan kompetensi keuangan.

“Literasi keuangan sendiri itu sangat penting, kenapa? Itu salah satu emerging skills yang harus dikuasai anak-anak di abad ini selain literasi dasar yang lain,” terangnya.

Selanjutnya Dr. Ratna memaparkan mengenai strategi pembelajaran literasi keuangan yang dibagi menjadi tiga metode, yaitu untuk usia PAUD (3-5 tahun), usia sekolah dasar (6-12 tahun), dan usia remaja (13-21 tahun). Pada usia PAUD dilakukan dengan mengaktifkan executive function yaitu kemampuan untuk menunda kesenangan sesaat. Untuk usia sekolah dasar menggunakan strategi financial socialization atau menekankan pentingnya interaksi sosial dengan orang tua, guru, atau orang dewasa lainnya dalam membentuk karakter anak yang berupa nilai, norma, sikap, dan kebiasaan keuangan. Sedangkan usia remaja menggunakan financial skill building, jadi sudah tidak lagi sebatas pengetahuan, tetapi mereka punya keterampilan dan kebiasaan dalam mengelola keuangan yang positif.

“Jadi ada tiga metode, untuk usia paud 3-5 tahun itu metodenya executive function, usia sekolah dasar pakai financial socialization, kemudian usia remaja menggunakan financial skill building,” jelasnya.

Kegiatan pendidikan literasi finansial untuk anak usia dini di Indonesia ternyata terdapat tantangan tersendiri. Menurut Andriani Rahma Pudyaningtyas, S.Psi., M.A. selaku pembicara kedua budaya masyarakat yang menganggap tabu membicarakan tentang uang di hadapan anak, pandangan bahwa literasi finansial bukan merupakan kecakapan hidup yang harus dibekalkan pada anak, dan sebagian besar sekolah tidak mengajarkan anak sejak dini untuk mengatur keuangan secara mandiri adalah beberapa tantangan pendidikan literasi finansial untuk anak usia dini di Indonesia.

Selanjutnya menurut Andriani Rahma terdapat beberapa pihak yang bertanggung jawab dalam pendidikan literasi finansial anak usia dini. Adapun pihak tersebut adalah keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Ia menyebutkan kegiatan literasi finansial di keluarga dapat dilakukan dengan memperkenalkan kegiatan yang menghasilkan uang, membiasakan dan memberi contoh anak untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran, membiasakan anak menabung, mengajak anak bermain melalui permainan yang berkaitan dengan finansial, mengenalkan aplikasi keuangan, membacakan buku cerita, dan mengajarkan anak untuk membuat perencanaan keuangan sendiri.

Kemudian kegiatan kegiatan literasi finansial di sekolah dapat dilakukan dengan menyediakan kantin/koperasi sekolah, memasukkan materi tentang pengenalan uang dalam kegiatan pembelajaran, menyelenggarakan kegiatan kewirausahaan, melakukan kunjungan ke pasar, dan melakukan kunjungan ke lembaga keuangan.

“Kegiatan literasi finansial di sekolah berkaitan dengan seorang guru, artinya guru pun juga harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang bagaimana cara mengatur keuangan, bagaimana mengelola keuangan, bagaimana investasi, dan sebagainya,” pungkasnya.

Sedangkan kegiatan literasi keuangan di masyarakat menurut Andriani Rahma dilakukan melalui kegiatan edukasi keuangan dengan konsep bermain.

“Pada anak usia dini konsepnya adalah bermain, bermain yang bermakna, dalam melalui permainan itu menyenangkan, anak pun juga akan tahu atau terbekali dengan kecakapan literasi itu,” imbuhnya.

HUMAS FKIP

Reporter: Muhammad Muzaqqi
Editor: Aulia Anjani

https://fkip.uns.ac.id/
https://www.instagram.com/fkipuns.official/

#fkipuns
#fkipbagus
#uns
#universitassebelasmaret
#unsbisa