FKIP – Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sukses mendapatkan juara 1 kategori lomba esai tingkat nasional tingkat mahasiswa pada ajang Parab Kawi #4. Ia adalah Wisnu Firmansyah dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Jawa (PBJ).

Parab Kawi merupakan ajang perlombaan tingkat nasional yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jawa (Wibawa) FKIP UNS sejak tahun 2019. Pada tahun 2022, Parab Kawi #4 mengusung tema “Ambangun Eksistensi Basa lan Sastra Jawa Pascapandemi Covid 19 dening Generasi Millenial” dan terdiri dari lomba esai, lomba geguritan, dan lomba kaligrafi aksara jawa. Ketiga lomba tersebut terbagi menjadi 2 kategori, yaitu siswa dan mahasiswa dan terbuka secara umum bagi siswa dan mahasiswa se-Indonesia.

Dihubungi oleh Tim Jurnalis fkip.uns.ac.id, Wisnu mengaku senang dan bangga. Ia mengatakan bahwa raihan juara ini akan dijadikannya sebagai semangat untuk meningkatkan prestasi.

“Senang dan bangga tentunya bisa menjadi juara 1 dalam perlombaan ini. Sebenarnya kaget juga bisa-bisanya mendapat juara 1, ini merupakan hal yang tidak saya duga. Untuk ke depan, semoga makin bersemangat berprestasi walaupun di penghujung masa perkuliahan,” ungkap Wisnu.

Dalam perlombaan tersebut, Wisnu mengusung sebuah esai berjudul “Literasi Etika Berkomunikasi di Era Digital Bagi Generasi Muda dalam Bingkai Metafora Konseptual Paribasan Jawa”. Esai tersebut berisi kajian mengenai pentingnya menginternalisasi nilai-nilai filosofi budaya Jawa bagi generasi muda di era digital sekarang ini.

Pada kesempatan tersebut, Wisnu turut membagikan tips untuk menemukan ide dalam menyusun sebuah esai.

“Untuk menggali sebuah ide tentunya kita harus melakukan sebuah observasi. Observasi tentunya harus dilakukan sebagai bahan awal saya menulis esai ini. Observasi harus diimbangi dengan berbagai literasi untuk memperkuat argumen yang ada, lalu sesuaikan dengan tema yang diselenggarakan panitia perlombaan,” jelas Wisnu.

Pada akhir sesi wawancara, Wisnu mengajak mahasiswa lain untuk berani keluar dari zona nyaman. Ia berpesan untuk mengikuti kegiatan positif agar bisa mengembangkan potensi dan bakat dalam diri.

“Ajak dirimu keluar dari zona nyaman. Keluar dari zona nyaman itu tidak seburuk yang dirimu pikirkan. Asalkan itu positif dan banyak manfaatnya kenapa tidak kau lakukan? Ikutilah kegiatan-kegiatan positif untuk mengembangkan potensi dan bakat dalam diri kita,” pesan Wisnu.

HUMAS FKIP 

Reporter: Rosantika Utami
Editor: Aulia Anjani

https://fkip.uns.ac.id/
https://instagram.com/fkipuns.official/

#fkipuns
#fkipbagus
#uns