Daftar Prosiding

  1. INFORMASI GEOSPASIAL UNTUK PEMETAAN BATAS DAERAH
  2. THE RISK OF INUNDATION TOWARD SLUM INVOLVEMENT  (A CASE IN NORTH JAKARTA)
  3. PENGARUH PENAMBANGAN GAMPING TERHADAP FUNGSI PENYERAPAN KARBONDIOKSIDA (CO2) ATMOSFER DI KAWASAN KARST KECAMATAN PONJONG, KABUPATEN GUNUNGKIDUL
  4. KAJIAN PERMASALAHAN DAERAH ALIRAN SUNGAI JUWET KABUPATEN GUNUNGKIDUL DAN USULAN PENANGGULANGANYA
  5. KETERBATASAN DAN KENDALA KENDALA APLIKASI METODE APLIS DALAM PEMETAAN KERENTANAN AIR TANAH KAWASAN KARST DI INDONESIA
  6. IDENTIFIKASI PENGGUNAAN LAHAN DALAM PENGELOLAAN TATA RUANG DESA RAMAH LINGKUNGAN DI KAWASAN PEDESAAN LERENG GUNUNG LAWU
  7. KAJIAN PEMANFAATAN RUANG PUSAT KOTA SEMARANG
  8. ARAHAN KONSERVASI LAHAN MENUJU PENGGUNAAN LAHAN BERKELANJUTAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI SAMIN
  9. KAJIAN TINGKAT BAHAYA EROSI MENGGUNAKAN METODE USLE DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) JLANTAH HULU KABUPATEN KARANGANYAR
  10. PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG KOTA SURAKARTA UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN KOTA MICE BERWAWASAN ECO- CULTURE
  11. APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DALAM MENDUKUNG UPAYA KONSERVASI KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN DI TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU
  12. ANALISIS TINGKAT SENSITIVITAS DI TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU AKIBAT PERUBAHAN IKLIM
  13. KAJIAN NILAI LAHAN DI ATAS LAHAN SULTAN GROUND (SG) DI KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
  14. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN PERAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN KAWASAN WISATA DI KABUPATEN KARANGANYAR
  15. PEMANFAATAN CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI QUICKBIRD UNTUK MENGESTIMASI LUAS DAN DISTRIBUSI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN MENJADI NON PERTANIAN DI KABUPATEN MAGELANG
  16. PENGEMBANGAN ARBORETUM SEBAGAI ALTERNATIF PENATAAN KAWASAN YANG BERKELANJUTAN
  17. PENGELOLAAN SAMPAH SECARA RAMAH LINGKUNGAN DI KABUPATEN SUKOHARJO
  18. ANALISIS POTENSI WILAYAH PESISIR DENGAN BANTUAN TEKNOLOGI SIG GUNA PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KABUPATEN BATANG
  19. DAMPAK BANJIR BENGAWAN SOLO DAN SUNGAI MUNGKUNG PADA LAHAN PERTANIAN DI DESA PANDAK, SIDOHARJO, SRAGEN
  20. PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KONSEP TRI HITA KARANA DI LINGKUNGAN PERUMNAS MONANG MANING KOTA DENPASAR PROVINSI BALI
  21. SINERGISME SPASIAL DAN SINERGISME FUNGSIONAL SEBAGAI BAGIAN PENTING UNTUK KERJASAMA ANTAR DAERAH DI KORIDOR ANTARKOTA
  22. POLA SPASIAL KEPADATAN UNIT AKTIVITAS SEKTOR INFORMAL DI RUANG PUBLIK PERKOTAAN DI KOTA YOGYAKARTA
  23. ANALISIS MEDAN UNTUK PENGEMBANGAN LOKASI OBJEK DAN FASILITAS PARIWISATA DI KECAMATAN TAWANGMANGU, KABUPATEN KARANGANYAR
  24. KERAWANAN MASALAH LINGKUNGAN FISIK UNTUK ARAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI SUB DAS WALIKAN KABUPATEN KARANGANYAR
  25. PEMANFAATAN INFORMASI GEOSPASIAL UNTUK PENGURANGAN RESIKO BENCANA (INTEGRASI PETA TEMATIK BENCANA DALAM PENATAAN RUANG)
  26. PEMANFAAATAN INFORMASI GEOSPASIAL UNTUK ANALISIS SPASIAL PERUBAHAN GARIS PANTAI DAN PENGGUNAAN LAHAN SEBAGIAN WILAYAH PESISIR DEMAK
  27. PEMANFAATAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ANALISIS POTENSI BENCANA DI SUB DAS SAMIN DS KABUPATEN KARANGANYAR
  28. BERMUKIM DI DAERAH LONGSOR BERJUDI DENGAN ALAM (STUDI KASUS DI KOTA SEMARANG)
  29. KERENTANAN KAWASAN RAWAN BENCANA GUNUNG MERAPI KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2011
  30. PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK PEMETAAN RISIKO TSUNAMI DI KECAMATAN SANDEN, KABUPATEN BANTUL, YOGYAKARTA
  31. ANALISIS ANCAMAN DAN KERENTANAN BENCANA BANJIR DESA PANDAK, SIDOHARJO, SRAGEN
  32. PENGURANGAN RISIKO GEMPA BUMI MELALUI EVALUASI BANGUNAN TEMPAT TINGGAL DAN LINGKUNGANNYA DI KECAMATAN PLERET KABUPATEN BANTUL
  33. KAJIAN PERSEBARAN POTENSI TINGKAT BAHAYA LONGSOR DI SUB DAS GRINDULU KABUPATEN PACITAN DAN PONOROGO
  34. PEMANFAATAN INFORMASI GEOSPASIAL UNTUK PENGURANGAN RESIKO BENCANA (INTEGRASI PETA TEMATIK BENCANA DALAM PENATAAN RUANG)
  35. INTEGRASI DATA DIGITAL ELEVATION MODEL DAN OPERASI RASTER SIG UNTUK IDENTIFIKASI BAHAYA BANJIR GENANGAN AKIBAT KENAIKAN MUKA AIR LAUT STUDI PENDAHULUAN UNTUK KAWASAN PESISIR JAWA TENGAH
  36. STRATEGI MASYARAKAT RAWAN BENCANA ALAM DI KABUPATEN WONOGIRI
  37. DEVELOPMENT OF WEB-BASED SPATIAL DECISION SUPPORT SYSTEM FOR COLLABORATIVELY SELECTING TEMPORARY HOUSING SITE AFTER LAHARS DISASTER AT SLEMAN REGENCY, YOGYAKARTA
  38. PENDEKATAN LIVELIHOOD STRATEGY DALAM PEMULIHAN WILAYAH PASCABENCANA
  39. PEMETAAN PARTISIPATIF FASILITAS SANITASI DASAR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KECERDASAN SPASIAL KOMUNITAS BANTARAN SUNGAI DI PERKOTAAN YOGYAKARTA
  40. PENINGKATAN KECERDASAN SPASIAL SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DALAM BIDANG PENGUKURAN SPASIAL MELALUI GOOGLE EARTH
  41. PENINGKATAN KOMPETENSI MAHASISWA DALAM MENDESKRIPSIKAN STRUKTUR KERUANGAN KOTA DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GEOGRAFI BERBASIS SPASIAL (PGBS)
  42. MENYEMAI KEMAMPUAN BERFIKIR SPASIAL (SPATIAL THINGKING SKILL)
  43. PEMETAAN BATAS DUSUN BERBASIS PETA MENTAL (MENTAL MAP) MASYARAKAT SETEMPAT DI SEBAGIAN KECAMATAN SRUMBUNG, KABUPATEN MAGELANG
  44. PETA POTENSI DAN PERSEBARAN OBYEK WISATA ALAM DI KABUPATEN KEBUMEN BERDASARKAN BENTUK LAHAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BERFIKIR SPASIAL
  45. PEMANFAAATAN INFORMASI GEOSPASIAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI UNTUK PEMBANGUNAN PETA MENTAL (MENTAL MAP) SISWA
  46. PENGGUNAAN MEDIA FOTO UDARA DAN ALAT PENGAMAT STEREOSKOP UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI PADA UNSUR- UNSUR CITRA PENGINDERAAN JAUH BAGI SISWA KELAS XII IPS 3 SMA NEGERI 3 SURAKARTATAHUN 2011
  47. PENGEMBANGAN MEDIA E-LEARNING GEOSPATIAL UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN GEOGRAFI YANG KREATIF DAN PRODUKTIF
  48. PEMANFAATAN INFORMASI GEOSPASIAL TEMATIK DALAM PENINGKATAN KAPASITAS TERHADAP BENCANA BERBASIS SEKOLAH
  49. PENERAPAN SIG UNTUK MENGEMBANGKAN BERPIKIR SPASIAL
  50. PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN GEOSPASIAL DAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR GEOGRAFI
  51. APLIKASI SOFTWARE KAMUS ELEKTRONIK GEOSPATIAL BERBASIS E-LEARNING PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI
  52. PEMETAAN PERSEBARAN DAN LINGKUP LAYANAN PASAR TRADISIONAL DAN MODERN DI KOTA SURAKARTA
  53. PERBANDINGAN KEUNGGULAN PREDIKSI LAJU EROSI ANTARA MODEL USLE DENGAN MODEL GEO-WEPP ( GEO-SPATIAL INTERFACE FOR THE WATER EROSION PREDICTION PROJECT)
  54. KERANGKA PENYUSUNAN INDEKS KEBERLANJUTAN DALAM LEVEL KOTA DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
  55. PELESTARIAN KAWASAN BERSEJARAH MELALUI PENGEMBANGAN WISATA BUDAYA YANG BERKELANJUTAN
  56. POLA KONVERSI PENGGUNAAN LAHAN DENGAN CITRA SATELIT ALOS DI AREAL IRIGASI BENDUNG COLO KABUPATEN SUKOHARJO
  57. PEMAFAATAN CITRA TEMPORAL UNTUK ANALISIS DINAMIKA EROSI PESISIR DI KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAH
  58. MODEL PEMANENAN AIR HUJAN (RAIN HARVESTING) UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR BERSIH PADA MUSIM KEMARAU
  59. TEKNOLOGI  PEMBELAJARAN GEOGRAFI