Berbagai paham yang hadir di dalam ruang globalitas telah berhasil menjadi magnet yang mampu menarik sebagian besar elemen masyarakat dunia. Bak trend-setter dalam duniafashion, negara-negara kapitalis mampu merajai dan mencuri perhatian masyarakat untuk mengikuti lenggokan tubuh kapitalisme. Budaya hedonis dan keinginan untuk meletakkan kepentingan dunia di atas segalanya menjadi identitas yang ditonjolkan oleh paham ini. Hingga dapat dirasa, seakan-akan budaya lokal tengah berada di bawah bayang-bayang kedahsyatan kapitalisme. Globalisasi menyebabkan pergesekan yang cukup tajam dan menelan budaya-budaya terdahulu dengan terobosan kapitalisme tersebut, berbagai keragaman bermunculan dan mengarahkan budaya tradisi ke jurang keterpurukan tanpa adanya landasan yang kokoh dari para masyarakatnya. Kebobrokan inilah yang akan menjadikan para generasi muda dalam kancah pendidikan mengalami kemerosotan krisis budaya,keterpurukan budaya tersebut akan bertambah jika tidak adanya kesadaran akan pentingnya memahami keberagaman dan makna kearifan lokal yang ada dalam seni budaya. Namun demikian paham yang diperoleh dari negara-negara adikuasa tersebut sebenarnya hanyalah menjadi suatu politik makna yang memiliki ekspektasi untuk memperoleh pengakuan atas eksistensi dirinya. Kesenian dan kebudayaan merupakan bidang yang dapat digunakan untuk mewujudkan misi dunia untuk mengglobalkan apa yang dianggap lokal tanpa mengubah substansi yang dikandungnya. Karena kesenian dan kebudayaan sendiri memiliki kekuatan terbesar sebagai identitas suatu bangsa. Seni budaya membawa nilai-nilai tradisi yang telah dibangun oleh pendahulu-pendahulu yang memiliki cita rasa estetika yang tinggi sesuai dengan jati dirinya. Nilai-nilai spiritualitas dan humanitas menjadi ciri khas seni budaya lokal yang pantas dipertahankan dan dikembangkan ditengah globalisasi. SeminarInternasional Pendidikan Seni Budaya yang akan diselenggarakan Program Studi Pendidikan Seni Rupa FKIP UNS dalam rangka memeriahkan Dies Natalis UNS ke-37 ini merupakan ajang menghimpun dan tukar menukar informasi berupa gagasan, pikiran, dan pendapat mengenai keberagaman dan makna nilai kearifan lokal sebagai budaya yang bermartabat dalam jagad pendidikan di tengah-tengah kegalauan kapitalisme. Baca selengkapnya di arteducare.fkip.uns.ac.id