FKIP – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Himprobsi) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Penggunaan Bahasa (Sospeba) 2022 pada Senin (24/1/2022) secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting.

Dalam sambutannya, Ridwan Himawan selaku ketua Himprobsi 2021 menjelaskan bahwa Sospeba merupakan luaran proses kegiatan magang Himprobsi yang diharapkan dapat melahirkan kader-kader yang mumpuni untuk melanjutkan roda kepemimpinan dalam organisasi ke depan.

“Sospeba sendiri merupakan luaran dari proses magang Himprobsi yang telah terlaksana selama satu bulan. Kegiatan magang tersebut merupakan salah satu usaha mempersiapkan sumber daya mahasiswa yang baik untuk memutarkan roda organisasi. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat menelurkan kader-kader yang mumpuni untuk meneruskan harapan-harapan baik yang belum terlaksana. Semoga dengan acara ini kita dapat tertular spirit produktivitas dalam berkarya baik dalam tulisan maupun wicara dari para narasumber kita”, jelas Ridwan.

Dimoderatori oleh Ivana Magdalena selaku mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP UNS, kegiatan tersebut menghadirkan dua pembicara. Pembicara pertama adalah Habib Safillah Akbariski, S.Pd. Ia merupakan Duta Bahasa Kepulauan Bangka Belitung tahun 2018 dan alumnus PBSI FKIP UNS. Ia memaparkan materi bertajuk “Bagaimana Bahasa Memengaruhi Cara Berpikir Manusia?”.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan materi mengenai pengaruh bahasa yang besar, dalam, lebih awal, dan berat dalam proses berpikir manusia. Menurutnya bahasa adalah suatu hal ajaib karena dapat memengaruhi cara berpikir manusia.

“Bahasa merupakan suatu keajaiban karena dapat memberikan pengaruh terhadap proses berpikir manusia. Oleh karena itu, dalam melakukan kegiatan wicara publik kita harus menggunakan bahasa yang sesuai aturan dan konteks. Artinya, kita harus mengimplementasikan bahasa yang baik dan benar agar tidak terjadi kesalahpahaman. Mengingat setiap daerah memiliki pola bahasanya masing-masing yang pada akhirnya berpengaruh pada cara berpikir mereka,” jelas Habib.

Pembicara kedua adalah Aji Santoso. Ia merupakan mahasiswa PBSI FKIP UNS yang berhasil meraih beberapa prestasi dalam bidang bahasa. Prestasi tersebut diantaranya juara 1 Lomba Menulis Cerpen Tingkat Nasional KOMBASI Hima PBSI Universitas Wiralodra Indramayu tahun 2021 dan juara 1 Lomba Menulis Cerpen Tingkat Nasional oleh BSO Madura Pintar FIP Universitas Trunojoyo Madura tahun 2021. Ia memaparkan materi bertajuk “Penggunaan Bahasa Indonesia Tertulis”.

Ia menjelaskan materi mulai dari peluang bahasa Indonesia di kancah internasional, sikap negatif penggunaan bahasa Indonesia, penggunaan bahasa tulis secara tertib dan kreatif, hingga proses penulisan naskah. Aji berpendapat bahwa bahasa Indonesia memiliki peluang menjadi bahasa internasional dikarenakan tren positif penggunaan bahasa Indonesia di kancah internasional pada saat ini.

“Bahasa Indonesia memiliki peluang sebagai bahasa internasional dikarenakan banyak negara-negara lain yang menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang mereka pakai dan pelajari di negaranya. Sebagai contoh, bahasa Indonesia saat ini urutan ketiga setelah bahasa Spanyol dan ditetapkan sebagai bahasa resmi kedua di Vietnam. Tidak hanya itu, pengajaran bahasa Indonesia telah dilakukan di berbagai lembaga di Amerika Serikat, Maroko, Mesir, Korea, Suriname, Australia, Vietnam, Ukrania, Kanada, dan Jepang. Oleh karena itu, pemerintah meningkatkan fungsi bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional dengan tujuan untuk menunjukkan jati diri dan meningkatkan daya saing bangsa,” jelas Aji.

Setelah pemaparan materi, kegiatan Sospeba 2022 dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Kemudian, kegiatan diakhiri dengan sesi dokumentasi.

Reporter : Rosantika Utami
Editor: Zalfaa Azalia Pursita

https://fkip.uns.ac.id/
https://www.instagram.com/fkipuns.official/

#fkipuns
#fkipbagus
#uns
#universitassebelasmaret
#unsbisa