FKIP – Dua mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memperoleh juara 3 Lomba Esai Tingkat Nasional pada kegiatan Education Festival (Edufest) yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UNS. Mereka adalah Apfia Riana Devi dan Tiksworo Cundhomanik Caturpalestri.
Edufest merupakan program kerja dari BEM FKIP UNS di bawah naungan Kementerian Harmonisasi dan Kolaborasi Mahasiswa (Harmonika). Terdapat tiga perlombaan tingkat nasional dalam Edufest 2021, yaitu Lomba Poster, Lomba Esai, Lomba Kover Musik, dan Lomba Mobile Legend. Adapun, tema yang diangkat dalam Lomba Esai Edufest 2021 adalah “Strategi Kaum Milenial dalam Menyikapi Situasi Pascapandemi Covid-19”.
Diumumkan sebagai juara 3 pada Minggu (5/12/2021), Apfia dan Tiksworo mengusung sebuah esai yang bertajuk “B-PINETIZ (Basil Leaves and Pineapple Peel Hand Sanitizer): Hand Sanitizer Berbahan Dasar Daun Kemangi (Ocimum basilicum) dan Kulit Nanas (Ananas comosus) Berbasis Non Alkohol sebagai Ide Bisnis Menguntungkan di Masa Pandemi”.

Apfia menjelaskan bahwa esai yang mereka usung mengkaji kandungan dalam kulit nanas dan daun kemangi yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan penyanitasi tangan. Menurutnya, pemanfaatan tersebut dapat menjadi peluang bisnis dan mengurangi limbah di lingkungan masyarakat.
“Esai yang kami bawakan membahas pemanfaatan kulit nanas dan daun kemangi dalam pembuatan hand sanitizer. Kulit nanas dan daun kemangi memiliki kandungan flavonoid yang bersifat antibakteri namun dalam pemanfaatannya masih kurang, sehingga kami ingin membuat hand sanitizer dengan bahan dasar tersebut. Dengan demikian, selain dijadikan sebagai peluang bisnis, kegiatan ini juga bisa mengurangi limbah kulit nanas dan daun kemangi di lingkungan masyarakat,” jelas Apfia.
Apfia juga menjelaskan bahwa selain untuk memanfaatkan limbah kulit nanas dan daun kemangi, ide dalam esai yang mereka usung muncul dikarenakan adanya permintaan pasar yang sangat tinggi terhadap produk penyanitasi tangan. Melihat peluang tersebut, mereka berinovasi membuat sebuah produk penyanitasi tangan tanpa alkohol namun efektif membunuh kuman dengan memanfaatkan limbah tersebut.
“Selain ingin memanfaatkan limbah kulit nanas dan daun kemangi, kami juga melihat bahwa hand sanitizer masih menjadi kebutuhan pokok masyarakat dan dapat dimanfaatkan sebagai ide bisnis pada saat pandemi. Oleh karena itu, kami membuat inovasi hand sanitizer tanpa alkohol yang tidak hanya efektif dalam membunuh kuman namun juga lebih aman di berbagai jenis kulit dari limbah kulit nanas dan daun kemangi,” jelas Apfia.
Pada akhir sesi wawancara, Apfia mengutarakan bahwa ia berharap agar ide yang sudah mereka tuangkan dalam esai tersebut dapat direalisasikan. Lebih lanjut, Apfia berharap dapat menambah ilmu dan pengalaman dengan mengikuti lomba esai serupa.
“Kami berharap bahwa ide kami dapat direalisasikan dan menjadi peluang usaha di masa pandemi. Kami juga berharap agar ke depan dapat menambah ilmu dan pengalaman dengan mengikuti lomba esai serupa,” harap Apfia.
Reporter: Rosantika Utami
Editor: Zalfaa Azalia Pursita
https://fkip.uns.ac.id/
https://www.instagram.com/fkipuns.official/
#fkipuns
#fkipbagus
#uns
#universitassebelasmaret
#unsbisa