FKIP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam Kelompok 36 menggelar pelatihan pembuatan Ecobrick pada Senin (14/2/2022) di Dusun Girilayu, Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar.
Ecobrick sendiri merupakan salah satu cara memanfaatkan sampah-sampah plastik rumah tangga. Pemanfaatan tersebut dilakukan untuk memperpanjang fungsi sampah plastik dengan memasukkannya ke dalam botol plastik. Sehingga, sampah plastik dapat berguna untuk masyarakat.
Aditya Sanjaya selaku anggota Kelompok 36 KKN UNS mengatakan bahwa pelatihan tersebut dilaksanakan dengan menggandeng ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RT 1 Dusun Girilayu. Ia juga menjelaskan bahwa sampah plastik yang akan diolah menjadi Ecobrick dikumpulkan dari warga RT 1 dan RT 2 Dusun Girilayu setiap tiga hari sekali, kemudian dibersihkan, baru diproses menjadi Ecobrick.
“Pelatihan ini menggandeng ibu-ibu PKK RT 1 di Dusun Girilayu. Proses Ecobrick yang pertama adalah membersihkan sampah plastik yang dikumpulkan dari warga RT 1 dan RT 2 Dusun Girilayu setiap tiga hari sekali. Kemudian, memotongnya sampai ukuran sedang. Jika semua sampah plastik sudah dipotong, potongan tersebut akan dimasukkan ke dalam botol-botol plastik berukuran sama sampai padat,” ujar Aditya melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (19/2/2022).

Adit menambahkan bahwa proses pemadatan dilakukan dengan bantuan kayu. Setelah padat, Ecobrick dikumpulkan dan direkatkan untuk difungsikan menjadi meja, kursi, maupun dinding.
“Proses pemadatan sampah plastik dalam botol dilakukan dengan menggunakan tongkat kayu hingga botol tersebut menjadi keras. Setelah itu, ecobrick yang sudah jadi dikumpulkan dan direkatkan. Ecobrick yang sudah direkatkan dapat berfungsi sebagai meja, kursi, dan dinding yang kokoh,” tambah Adit.
Adit dan tim berharap agar pelatihan ini memberikan solusi terhadap permasalahan sampah dan memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat.
“Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan solusi bagi permasalahan sampah di Dusun Girilayu yang seringkali hanya dibuang di depan pekarangan ataupun kebun. Kami juga berharap, pelatihan ini memberikan solusi jalan keluar untuk mengubah sampah yang awalnya hanya barang tidak berguna menjadi barang memiliki nilai jual dan dijadikan sebagai penghasilan tambahan,” harap Adit. (Humas)

Reporter : Rosantika Utami
Editor : Aulia Anjani
Humas FKIP
#fkipuns
#fkipbagus
#uns