FKIP – Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kali ini, giliran Kelompok 52 KKN UNS yang memberikan dampak di masyarakat dengan menggelar sosialisasi pembuatan pupuk organik dari bahan jerami bertajuk “Bokashi” di Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Grobogan pada Kamis (3/2/2022) dengan menerapkan protokol kesehatan.
Diketuai oleh Ridlo Febi Wicaksono, Kelompok KKN 52 UNS terdiri dari sembilan anggota. Mereka adalah Raden Mas Rabindra Haidar, Rizqi Husain Alfathan, Pilang Maharani Pramono, Ukhtiya Muthiah, Karunia Adinda, Nurul Latifah, Resty Kurnia Dewi, Albertus Ady Prasetya, dan Firsa Fadwatun Nafisa.
Salah satu anggota Kelompok KKN 52 UNS, Resty Kurnia Dewi, mengatakan bahwa ide pelaksanaan program kerja tersebut muncul setelah mereka melakukan pengamatan di Desa Sumberagung. Ditemukan banyaknya jerami yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh warga Desa Sumberagung. Jerami hanya dibiarkan menumpuk dan menimbulkan bau tak sedap.
“Ide pembuatan pupuk organik ini muncul setelah kamu melakukan riset di Desa Sumberagung. Kami menemukan banyak jerami yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Jerami-jerami yang ada hanya dibiarkan menumpuk, kemudian menimbulkan bau yang tidak sedap,” kata Resty pada saat dihubungi tim jurnalis FKIP, Senin (21/2/2022).
Sosialisasi pembuatan pupuk organik tersebut melibatkan Perangkat Desa dan Kelompok Tani Desa Sumberagung serta seorang dosen pembantu lapangan, yaitu Sorja Koesuma, S.Si., M.Si. Adapun, bahan-bahan yang digunakan untuk pupuk organik adalah jerami, sekam, bekatul, gula, air, dan larutan efektif mikroorganisme 4 (EM4).
Proses pembuatan pupuk tergolong sederhana. Langkah pertama yang dilakukan adalah memotong jerami dan sekam dengan ukuran yang kecil. Setelah terpotong, jerami dan sekam dicampur dengan gula, 1 liter air, dan 10 ml EM4. Kemudian, campuran tersebut difermentasi di dalam drum selama 14 hari dengan suhu 45°C.
Resty dan tim berharap adanya pupuk Bokashi dapat memenuhi kebutuhan pupuk dan mengurangi limbah pertanian di Desa Sumberagung.
“Kami berharap dengan adanya sosialisasi ini petani dapat menggunakan pupuk Bokashi untuk memenuhi kebutuhan pertaniannya. Dengan demikian, permasalahan di Desa Sumberagung yang berupa kurang meratanya pupuk dari pemerintah dapat teratasi dengan produksi pupuk Bokashi ini. Kami juga berharap dapat mengurangi jumlah limbah pertanian yang menggunung di area pertanian Desa Sumberagung,” tutur Resty.

Reporter: Rosantika Utami
Editor: Zalfaa Azalia Pursita
https://fkip.uns.ac.id/
https://www.instagram.com/fkipuns.official/
#fkipuns
#fkipbagus
#uns
#universitassebelasmaret
#unsbisa