FKIP – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Research Group Produk Alam, Rekayasa Molekul, dan Pembelajaran Kimia Program Studi (Prodi) Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan pendampingan produksi hand sanitizer beradisi senyawa bioaktif zerumbon dari minyak atsiri lempuyang emprit dan pemasarannya melalui digital marketing.

Pendampingan ini dilaksanakan di UKM (Usaha Kecil dan Menengah) Suti Sehati yang beralamat di RT 02 RW 01 Desa Pengkol Kec. Nguter Kab. Sukoharjo Jawa Tengah. Pendampingan berlangsung selama 10 bulan, yaitu Maret 2022-Desember 2022.

Tim ini dipimpin oleh Dr. Sri Retno Dwi Ariani, S.Si., M.Si. dengan anggota Dr.rer.nat. Sri Mulyani, S.Si., M.Si., Dr. Elfi Susanti VH, S.Si., M.Si., Dr. Suryadi Budi Utomo, S.Si., M.Si., dan Dr. Muhammad Hizbul Wathon, S.Pd., M.Sc. Selain itu, terdapat 3 anggota dari mahasiswa, yaitu Aufa Vib Mitsalina, Agustin Wulandari, dan Anastasia Diaz Pramesti.

Pendampingan ini dilatarbelakangi oleh permintaan masyarakat terhadap hand sanitizer herbal yang meningkat pada masa pandemi pada UKM Suti Sehati. Hal ini disampaikan oleh Dr. Sri Retno ketika diwawancarai oleh tim fkip.uns.ac.id pada Selasa (19/7/2022).

“UKM Suti Sehati merupakan UKM Herbal milik Ibu Suti Parto Wiyono yang mengalami peningkatan perkembangan walaupun di masa pandemi Covid-19. Beberapa distributor pelanggan UKM Suti Sehati meminta pasokan hand sanitizer yang mengandung herbal karena dipercaya ada khasiat tambahan lain yang menguntungkan bagi kulit dibandingkan hand sanitizer dengan kandungan bahan kimia saja. Kemudian, minyak atsiri rimpang lempuyang emprit mengandung senyawa bioaktif zerumbon yang berkhasiat sebagai antioksidan, anti kanker kulit, antibakteri, obat panu, dan obat kurap,” jelas Dr. Sri Retno.

Berdasarkan fakta di lapangan, ditemukan beberapa permasalahan meliputi belum tersedianya alat destilasi uap-air skala industri, sumber daya manusia yang ada belum memahami cara memproduksi minyak atsiri rimpang lempuyang emprit dan belum dapat memanfaatkan minyak tersebut sebagai hand sanitizer, serta masih diperlukan pendampingan pemasaran produk melalui digital marketing.

Pendampingan ini diawali dengan melaksanakan sosialisasi dan koordinasi program, melaksanakan introduksi teknologi tepat guna, penyuluhan dan pendampingan pembuatan hand sanitizer, pendampingan pemasaran produk melalui digital marketing, dan diakhiri dengan evaluasi keberhasilan program.

Dari pendampingan yang telah dilaksanakan, Dr. Sri Retno berharap kegiatan tersebut mampu menghadirkan manfaat, baik untuk UKM Suti Sehati maupun bagi tim.

“Bagi UKM, pendampingan ini menjadikan sumber daya manusia di sana memiliki kemampuan memproduksi minyak atsiri rimpang lempuyang emprit, memiliki kemampuan memproduksi hand sanitizer beradisi minyak atsiri rimpang lempuyang emprit yang mengandung zerumbon, perluasan pasar, dan meningkatkan pendapatan UKM. Bagi tim, pendampingan ini menjadi sarana untuk mengimplementasikan hasil penelitian, salah satu sumbangsih untuk kesejahteraan bangsa, dan menambah relasi,” pungkas Dr. Sri Retno.

 

HUMAS FKIP

Reporter: Dwinanda Wuri Harsanti
Editor: Aulia Anjani

https://fkip.uns.ac.id/
https://instagram.com/fkipuns.official/

#fkipuns
#fkipbagus