FKIP – Pusat Prestasi Fakultas Keguruan dan mu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Keluarga Mahasiswa Berprestasi (Kamapres) FKIP UNS menggelar Kelas Prestasi 5 secara daring melalui zoom meeting pada Sabtu (10/9/2022).
Webinar dibuka dengan sambutan oleh Prof. Dr. Slamet Subiyantoro, M. Si., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan. Dalam sambutannya, Prof. Slamet mengajak mahasiswa untuk menjalani hidup yang bermanfaat dengan berprestasi.

“Kita sudah tahu bahwa prestasi tidak datang dengan sendirinya. Prestasi bukan harga yang gratis dan mudah untuk dicapai. Tapi percayalah, prestasi adalah kualitas hidup. Oleh karena itu, sekali kita hidup di dunia, jadilah hidup yang bermanfaat. Artinya, hidup yang berprestasi. Oleh karena itu, mari prestasi itu kita ukir,” ucap Prof. Slamet.
Berikutnya, disampaikan motivasi berprestasi oleh koordinator minat bakat FKIP UNS, Winda Dwi Lestari, S. Pd., M. Pd.
“Dengan adanya kelas ini, diharapkan outputnya mahasiswa bisa mengikuti perlombaan microteaching di universitas penyelenggara karena ladangnya banyak. Jangan bosan-bosan untuk berprestasi. Jadi, kalian kuliah kan waktunya terbatas. Jadikan waktu kalian ini sebagai momen yang akan kalian ingat selama-lamanya. Jadi, webinar kali ini mari kita ikuti, kita serap, dan kita terapkan,” ajak Winda.
Webinar kali ini mengusung tema “Diskusi Prestasi Lomba Microteaching” dengan narasumber Endah Yuliana Lestari, Best Teacher Creative Online Teaching Contest FORKOM FKIP se-Indonesia.
Pada sesi inti, Endah memulai pemaparan dengan menjelaskan hakikat microteaching.
“Microteaching merupakan model pengajaran yang disederhanakan baik dari aspek waktu, jumlah peserta didik yang diajar, maupun keterampilan yang diajarkan,” papar Endah.
Berdasarkan pemaparan Endah, perbedaan microteaching dengan real teaching dapat dilihat dari perbedaan jumlah siswa, kompetensi yang diajarkan, indikator hasil belajar, materi, dan waktu.


Selanjutnya, Endah menjelaskan 8 keterampilan yang dibutuhkan dalam microteaching.
“Ada 8 keterampilan. Pertama, keterampilan membuka dan menutup kelas. Kedua, keterampilan membuat variasi. Ketiga, keterampilan menjelaskan. Keempat, keterampilan memberi penguatan. Kelima, keterampilan bertanya. Keenam, keterampilan mengelola kelas. Ketujuh, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan. Kedelapan, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil,” jelas Endah.
Endah memaparkan alasan mengapa harus mengikuti lomba microteaching, di antaranya adalah penting untuk memiliki keterampilan mengajar sebagai calon pendidik, mempunyai pengalaman yang berguna setelah lulus, dan mengisi waktu luang di luar perkuliahan dengan kegiatan bermanfaat.
Endah juga memberikan tips dan trik ketika mengikuti perlombaan microteaching, antara lain menyesuaikan peserta didik, menguasai materi, buat pembelajaran yang menarik/inovatif, banyak berlatih, dan konsultasi dengan dosen pembimbing.
Pemaparan Endah diakhiri dengan closing statement. “Bukan orang lain yang harus kita kalahkan, melainkan ketakutan diri kita sendiri untuk mencoba,” pungkas Endah.
Kemudian, webinar berlanjut dengan sesi tanya jawab.
HUMAS FKIP
Reporter: Dwinanda Wuri Harsanti
Editor: Aulia Anjani
https://fkip.uns.ac.id/
https://www.instagram.com/fkipuns.official/
#fkipuns
#fkipbagus
#uns
#universitassebelasmaret
#unsbisa