FKIP – Mahasiswa Program Magister (S-2) Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret Surakarta mengungkapkan manfaat dan cara melakukan praktikum ideal dalam pembalajaran dalam ulasannya yang bertajuk “Praktikum yang Ideal”. Ia adalah Nanda Putri Pertiwi.
Praktikum adalah kegiatan yang bertujuan untuk membekali siswa agar lebih dapat memahami teori dan praktik. Menurut Zainuddin (1996) melalui kegiatan praktikum, banyak hal yang dapat diperoleh oleh siswa diantaranya 1) Kegiatan praktikum dapat melatih keterampilan, 2) Memberi kesempatan kepada siswa untuk menerapkan dan mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya secara nyata dalam praktik, 3) Membuktikan sesuatu secara ilmiah/melakukan scientific inquiry, dan 4) Menghargai ilmu dan keterampilan inkuiri. Praktikum menunjang materi pelajaran.
Dengan menggunakan metode praktikum, maka pembelajaran akan terarah pada proses pembelajaran yang bersifat konkrit dan dapat berdiskusi dengan teman sehingga dapat diperoleh ide, gagasan ataupun konsep yang baru. Menurut Hurrahman (2011), target dari metode praktikum adalah supaya siswa dapat membuktikan kebenaran dari teori-teori konsep yang berlaku dan supaya siswa mendapat kepuasan dari hasil belajarnya.
Pelaksanaan kegiatan praktikum mempunyai peranan yang sangat krusial untuk mendukung kualitas hasil dan proses pembelajaran karena kegiatan praktikum akan lebih efektif untuk meningkatkan keahlian siswa dalam pengamatan dan meningkatkan keterampilan/aspek psikomotorik serta sebagai sarana berlatih dalam menggunakan atupun memanfaatkan alat dan bahan yang ada di laboratorium.
Selain itu, dengan kegiatan praktikum dapat mengembangkan rasa ingin tahu siswa, akan menumbuhkan keaktifan, sikap kerjasama, ketelitian, toleran, serta menumbuhkan kejujuran ilmiah pada diri siswa/mahasiswa. Berdasarkan pada uraian diatas dapat diketahui bahwa kegiatan praktikum sangat krusial dalam mendukung pembelajaran. Lalu apakah kegiatan praktikum sudah ideal? Sesuatu dikatakan ideal menurut kamus KBBI adalah sangat sesuai dengan yang dicita-citakan atau diangan-angankan atau dikehendaki. Bagaimana praktikum yang ideal?
Pada pelaksanaan praktikum agar hasil yang diharapkan dapat dicapai dengan baik, praktikum menjadi ideal perlu dilakukan langkah-langkah mulai dari langkah persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut dari metode praktikum. Langkah persiapan dalam praktikum perlu dilakukan untuk memperkecil kelemahamn-kelemahan atau kegagalan-kegagalan yang dapat muncul. Pada tahap persiapan antara lain menetapkan tujuan praktikum, mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan, mempersiapkan tempat praktikum, mempertimbangkan jumlah peserta didik dengan jumlah alat yang tersedia dan kapasitas tempat praktikum.
Idealnya, praktikum dilakukan dalam kelompok kecil tidak dalam kelompok besar. Sehingga akan memberikan pengalaman praktik yang ideal untuk siswa jika dilakukan dalam kelompok kecil. Mempersiapkan faktor keamanan dari praktikum yang akan dilakukan. Mempersiapkan tata tertib dan disiplin selama praktikum. Membuat petunjuk dan langkah-langkah praktikum. Dalam langkah pelaksanaan sebelum melakukan kegiatan praktikum, peserta didik mendiskusikan persiapan dengan guru, kemudian setelah itu baru meminta keperluan praktikum (alat dan bahan).
Dalam mendesain praktikum yang perlu dilakukan adalah mengangkat masalah yang sedang terjadi atau yang ada dalam kehidupan sehari-hari yang dapat diselesaikan dengan mengaplikasikan materi/teori kimia yang sedang dipelajari. Misalkan dengan penerapan prinsip green chemistry dalam praktikum kimia diharapkan dapat menjadi pilihan yang tepat untuk mewujudkan pembelajaran kimia yang berwawasan lingkungan serta menciptakan keamanan dan keselamatan kerja saat beraktivitas dilaboratorium. Sehingga diharapkan melalui kegiatan praktikum dapat memunculkan ide-ide kreatif dan inovatif siswa dalam menyelesaikan masalah yang ada dalam kehidupan dengan menerapkan ilmu yang mereka dapatkan di kimia.
Selama berlangsungnya proses pelaksanaan metode praktikum, guru perlu untuk melakukan observasi terhadap proses praktikum yang sedang dilaksanakan baik secara menyeluruh maupun perkelompok. Sehingga dalam pelaksanaan pratikum idealnya guru benar-benar menilai keterampilan masing-masing siswa. Tindak lajut pada metode praktikum setelah melaksanakan kegiatan praktikum, kegiatan selanjutnya adalah peserta didik membuat laporan praktikum dalam pembuatan praktikum peserta didik diharapkan dapat membandingkan hasil penemuan yang didapatkan dengan teori yang sudah ada, mendiskusikan masalah-masalah yang terjadi selama praktikum, memeriksa kebersihan alat dan menyimpan kembali semua perlengkapan yang telah digunakan.
Praktikum berlangsung ideal jika sarana dan prasarana mendukung. Sangatlah ideal jika semua ruang laboratorium letaknya berdekatan dengan laboratoirum lain, sehingga memungkinkan untuk memudahkan penggunaan fasilitas-fasilitas yang saling menunjang. Tata letak ruang laboratorium sebaiknya dibuat dan ditata semenarik mungkin dengan tetap mempertimbangkan penataan dan fungsi, daya, tempat, dan hasil guna sehingga nantinya siswa dapat bekerja secara maksimal dan tidak merasa bosan (Afwah, 2012). Letak berkaitan dengan arah datangnya angin dan cahaya matahari. Semua laboratorium sebaiknya berada ditempat yang mendapat cahaya matahari yang mencukupi, tidak ditempat yang teduh. Cahaya matahari diperlukan untuk terangnya ruang, lebih terang dari ruang kelas biasa. Laboratorium sebaiknya tidak terletak diarah angin untuk menghindari pencemaran udara, sehingga gas-gasi sisa reaksi kimia yang kurang sedap tidak terbawa angin ke ruangan-ruangan lain.
Dalam laboratorium yang mendukung praktikum yang ideal adalah fasilitas-fasilitas yang ada di laboratorium mulai dari fasilitas umum meliputi penerangan, ventilasi, air, bak cuci, aliran listrik, gas dan lain-lain serta tersedianya fasilitas khusus meliputi papan tulis, meja siswa/guru, kursi, lemari alat dan bahan, lemari asam, pemadam kebakaran dan lain-lain. Idealnya luas ruang laboratorium 2,4 m2/peserta didik sesuai dengan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2017. Luas yang memadai ini akan memberikan kenyamanan siswa untuk bekerja dalam praktikum serta guru mudah untuk mengawasi dan membimbing prakitikum. Tetapi, pada praktiknya masih banyak sekolah dengan luas laboratorium yang belum ideal sesuai dengan peraturan yang ada sehingga ruang gerak siswa akan terganggu ketika melakukan suatu praktikum karena luas yang tidak memadai sehingga belum mencapai suatu praktikum yang ideal.
Kegiatan praktikum yang ideal laboratorium harus didesain sedemikian rupa sehingga limbah yang dihasilkan tidak membahayakan pekerja lab dan aman untuk dibuang ke lingkungan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan di dalam laboratorium akan menghasilkan air buangan yang disebut air limbah, air limbah adalah air bersih yang telah terkontaminasi sehingga memiliki kualitas yang berbeda dari air yang belum terkontaminasi dalam parameter tertentu dan berpotensi besar dalam membahayakan kesehatan mahluk hidup. Limbah yang dihasilkan laboratorium kimia sampai dengan saatini belum dilakukan pengolahan karena diasumsikan bahwa limbah tersebut tidak besar dan tidak berpotensi menjadi ancaman terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Jenis limbah hasil praktikum dan hasil analisis kimia terdiri dari: 1). Limbah padat, sisa hasil uji analisis, sisa hasil praktikum, cuplikan contoh uji,bahan kimia kadaluarsa bentuk padat, bahan kimia rusak kemasan. sedangkan 2). Limbah cair: sisa prakitkum, bahan kimia kadaluarsa bentuk cair, tumpahan bahan kimia. Limbah jenis inilah yang sering terjadi dan lebih berbahaya sehingga membutuhkan perhatian. Jika limbah ini tidak dikelola dengan cepat, maka akan menyebabkan terbentuknya limbah-limbah yang lain. Limbah jenis ini terjadi karena tidak terkendalinya sistem pengelolaanbahan kimia sejak dari awal perencanaan, pembelian, sampai dengan pengaturan dan penempatannya di gudang penyimpanan. Sehingga dalam laboratorium harus ada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) adalah perangkat yang mengolah cairan sisa proses pengolahan limbah, sehingga cairan tersebut layak dibuang ke lingkungan.
Tujuan pengolahan limbah adalah untuk menetralkan dan menguraikan polutan yang ada di dalam limbah. Bisa juga dengan pemisahan limbah cair dalam wadah limbah dengan memberi labelisasi wadah label tersebut diberi keterangan terkait nama lengkap bahan (tunggal atau campuran), mulai penyimpanan, tanggal pembuangan dan informasi penting lainnya. Tutup wadah hanya dibuka pada saat memasukkan limbah ke dalam botol. Biasanya wadah yang sering dipakai untuk menyimpan limbah terbuat dari gelas (kaca) atau polietilen. Jika satu wadah tempat limbah penuh dengan limbah organik, segera pindahkan ke ruang preparasi untuk dibuang atau diolah. Dengan memperhatikan beberapa aspek tersebut maka akan terwujud suatu kegiatan praktikum yang ideal.
Editor: Budi Suseno
https://fkip.uns.ac.id/
https://instagram.com/fkipuns.official/
#fkipuns
#fkipbagus
#uns
#unsbisa