FKIP – Program Magister (S-2) Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Workshop Multiliterasi pada Rabu hingga Kamis (10-11/5/2023) secara luring di UNS Tower dan daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Mengusung tema “Multiliteracies: Theory, Research, and Practice”, workshop tersebut menghadirkan pakar dari Universitas Teknologi Nanyang, Singapura, yaitu Dr. Victor Lim Fei.
Workshop dibuka secara langsung oleh Dekan FKIP, Dr. Mardiyana, M.Si. Dalam sambutannya, ia mengajak para peserta workshop untuk bekerja dan melakukan penelitian dalam bidang multiliterasi di bidang pendidikan.
“Workshop ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung UNS menjadi world class university dengan mempertemukan para ahli dari lokal dan global untuk memfasilitasi mahasiswa dan alumni untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih baik dan menjalin kerja sama dengan pihak internasional. Saya yakin workshop ini akan menjadi sumber ide, konsep, dan terobosan inovatif dalam pengembangan multiliterasi di masa depan, khususnya di bidang pendidikan di Indonesia. Melalui workshop ini, marilah kita memperluas jaringan dan kerja sama di antara kita sebagai akademisi untuk bekerja dan melakukan penelitian dalam bidang multiliterasi di bidang pendidikan,” ucap Dr. Mardiyana.
Pada pelaksanaan workshop hari pertama, Dr. Victor menyampaikan materi mengenai teori mengenai multiliterasi, tipologi sistem oleh Michael Halliday, pergantian digital dan multimodal, teknologi semiotik, multimodalitas, mode, premis multimodality, hingga pedagogi sebagai desain. Lebih lanjut, Dr. Victor juga menyampaikan materi mengenai multiliterasi dalam penelitian, multiliterasi dalam praktik, dan cara belajar dengan desain.
“Multiliterasi dalam penelitian adalah membahas studi tentang multiliterasi dan penerapannya di kelas bahasa Inggris. Multiliterasi dalam Praktek lebih menekankan pada peran guru sebagai perancang pembelajaran, menghubungkan pembelajaran dengan dunia kehidupan siswa, menciptakan peluang bagi siswa untuk membuat makna, merancang pembelajaran kolaboratif untuk membangun pengetahuan sosial, memanfaatkan perangkat digital, mempraktikkan pedagogi reflektif, berfokus pada berpikir, merasakan, dan melakukan, dan menghargai suara siswa. Kemudian belajar dengan desain berarti menjelajahi proses pembelajaran, pedagogi reflektif, teori pembelajaran epistemologis, membangun kapasitas guru, dan pendekatan penelitian berbasis desain melalui studi kasus dan proyek,” jelas Dr. Victor.
Adapun, pada pelaksanaan hari kedua, Dr. Victor menjelaskan materi tentang pembelajaran di era new normal atau pasca pandemi yang berbasis teknologi digital. Ia juga memaparkan mengenai keuntungan dan kerugian pembelajaran daring.
Dengan terlaksananya workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas global-academic peer yang berkegiatan di UNS guna mengakselerasi reputasi akademik internasional. Selain itu, workshop ini juga diharapkan dapat meningkatkan wawasan keilmuan dosen dan mahasiswa dalam bidang multiliterasi dari segi teori, praktik, dan penelitian, meningkatkan jejaring UNS dengan perguruan tinggi di luar negeri, serta menjadi pintu masuk kerja sama riset dan publikasi ilmiah antara dosen UNS dengan top scholar.
HUMAS FKIP
Reporter: Rosantika Utami
Editor: Budi Suseno
https://fkip.uns.ac.id/
https://instagram.com/fkipuns.official/
#fkipuns
#fkipbagus
#uns
#unsbisa