FKIP – Dalam era disrupsi saat ini, literasi menjadi salah satu hal yang krusial dalam memahami informasi mengenai keadaan dan peristiwa yang terjadi di media massa dan media sosial. Pemahaman suatu informasi secara matang dan kegiatan membaca yang rutin memunculkan masyarakat yang sehat dalam menerima serta mengelola informasi disekitarnya. Hal ini diimplementasikan dalam sebuah kolaborasi nyata antara Kelompok 22 KKN UNS dan stakeholder Kelurahan Timuran, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta melalui pojok baca dan website perpustakaan digital bertajuk “Online Library Timuran (ON-LIBURAN)”.

Kegiatan yang dilaksanakan dengan agenda peresmian pojok baca dan website ON-LIBURAN pada tanggal 22 Agustus 2022 bertempat di Kelurahan Timuran. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Kepala Kelurahan Timuran, Supyanto, S.H. Dalam sambutannya, ia menjelaskan manfaat dari membaca.

“Membaca merupakan hal yang sangat baik. Membaca dapat memberikan kita ilmu terutama dalam memilah dan memilih hal-hal yang baik dan yang kurang baik bagi lingkungan,” jelas Supyanto.

Pojok baca yang bertempat di Kantor Kelurahan Timuran diharapkan mampu menjadi wadah dan daya tarik minat membaca bagi masyarakat yang berkunjung sambil mengurus administrasi yang berkaitan dengan kelurahan. Pojok baca turut ditujukan bagi anak-anak yang melakukan aktivitas di lingkungan Kelurahan Timuran, seperti berlatih menari dan rebana. Setelah kegiatan atau disela-sela waktu senggang, mereka bisa bisa memanfaatkan pojok baca yang dilengkapi dengan beragam buku cerita anak-anak di rak dan komputer untuk membuka website ON-LIBURAN.

Selain buku cerita dan buku anak-anak, keberadaan pojok baca didukung dengan lukisan bertemakan anak-anak seperti pelangi, matahari, rumput, dan hiasan kupu-kupu dari kertas origami. Tidak hanya itu, pojok baca dilengkapi dengan adanya lampu strip LED yang diharapkan mampu memikat masyarakat, khususnya anak-anak untuk berkunjung ke kantor Kelurahan Timuran.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh Alfina Riski Damayanti dari Pendidikan Guru Usia Dini selaku penanggung jawab kegiatan ini. Ia memaparkan fasilitas yang ada di dalam ON-LIBURAN

“Pojok baca tersedia berbagai buku yang dapat dibaca. Pojok baca tidak sekedar menyediakan buku dalam bentuk fisik, melainkan e-book yang ada dalam website dan komputer. Jadi, masyarakat dan anak-anak bisa memanfaatkan dan mengakses berbagai buku yang tersedia baik buku fisik maupun e-book,” ungkap Alfina.

Pojok baca turut didukung dengan fasilitas komputer sebagai media elektronik dan sarana alternatif masyarakat dalam berliterasi menggunakan internet. Kelurahan Timuran menyediakan satu unit komputer dengan website perpustakaan digital ON-LIBURAN (Online Library Timuran). Mahasiswa KKN 22 FKIP UNS sebagai inisiator pojok baca dan perpustakaan digital turut menyumbang adanya poster dengan tulisan yang menarik seperti “Reading Gives You Wings (Membaca Buku Memberimu Sayap Untuk Terbang Tinggi Menjelajahi Dunia)” dan “Kepakkan Sayapmu (Kepakkan Sayapmu dan Jelajahi Dunia Dengan Imajinasi Tanpa Batas)”.

Sementara itu, Wening Nur Mitayani dari Pendidikan Bahasa Inggris selaku penanggungjawab program perpustakaan digital menyampaikan pentingnya literasi digital.

“Meningkatkan literasi digital merupakan hal yang krusial untuk dilakukan dewasa ini. Semakin berkembangnya internet membuat mudahnya beriburibu informasi diakses bahkan tak sengaja terakses dalam genggaman kita semua. Alangkah baiknya kita cerdas berdigital dengan berbagai cara seperti tidak serta-merta mempercayai sebuah informasi, bijak dalam bermedia sosial, menjaga privasi, dsb. yang itu semua dikemas dalam platform menarik yang bisa diakses siapapun terutama warga Timuran dalam ON-LIBURAN. Ayo gunakan sayapmu tuk berkelana mengelilingi dunia dengan cerdas digital,” ungkap Wening.

Kedua program kerja dari KKN 22 FKIP UNS sekaligus menjadi kolaborasi bersama Kelurahan Timuran dalam menggalakkan literasi 30 menit dikalangan masyarakat yang dinilai menjadi urgensi dalam era saat ini. Banyaknya informasi hoaks, konten provokatif, dan berita yang tidak sesuai dengan kondisi aslinya menjadikan masyarakat cukup rentan menerima informasi yang salah sehingga berakibat adanya kecemasan maupun kebencian.

Koordinator Kelompok KKN 22 FKIP UNS, Dihan Nafi’a dari Pendidikan Sejarah turut menambahkan pentingnya adaptasi masyarakat terhadap cepatnya perubahan literasi di dunia digital.

“Kebiasaan literasi terutama di dunia digital yang saat ini tergolong cepat berubah sangat perlu digalakkan. Masyarakat akan terlatih lebih cermat dengan informasi yang valid dan kredibel yang berkaitan dengan isu, masalah, atau konten sesuai dengan kondisi saat ini. Literasi tidak hanya diintensifkan kepada anak-anak di generasi sekarang yang mayoritas sudah memegang gadget, melainkan seluruh lapisan elemen masyarakat dalam menggunakan media elektronik dengan lebih bijak dan bermanfaat”.

HUMAS FKIP

Reporter: Rosantika Utami
Editor: Budi Suseno

https://fkip.uns.ac.id/
https://instagram.com/fkipuns.official/

#fkipuns
#fkipbagus
#uns
#unsbisa