FKIP – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar diskusi publik guna mengevaluasi biaya pendidikan. Diskusi ini diselenggarakan secara luring pada Jumat (31/5/2024), bertempat di Aula PLB Gedung E, FKIP UNS.

Kegiatan ini diadakan dengan tujuan dapat memberikan ruang bagi mahasiswa dan dosen terkait makin tingginya biaya pendidikan di perguruan tinggi (PT). tingginya biaya pendidikan di perguruan tinggi tersebut menyebabkan banyak keresahan bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa baru. Dalam hal ini, diskusi publik ini sangat penting diadakan sebagai sarana untuk mahasiswa mengetahui regulasi biaya pendidikan di perguruan tinggi dan menjadi jalan tengah dalam kebimbangan mahasiswa terhadap masalah biaya pendidikan.

“Harapan saya dengan diadakannya diskusi publik pada momen pendidikan nasional ini nantinya mampu memantik keresahan mahasiswa agar peduli dengan kondisi pendidikan saat ini. Sehingga akan banyak mahasiswa yang turut andil dalam berpartisipasi membangun pendidikan di Indonesia,” harap Kamaluddin Miqdad selaku Presiden BEM FKIP 2024.

Kegiatan diskusi publik ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Salman Alfarisy Totalia, S.Pd., M.Si., Dosen Pendidikan Ekonomi dan Drs. Pardoyo selaku penggagas dan pegiat masyarakat peduli pendidikan masyarakat. Kedua narasumber tersebut menyampaikan materi berkaitan dengan pembiayaan pendidikan perguruan tinggi yang masih menjadi masalah besar bagi masyarakat.

Narasumber pertama, Dr. Salman, menyampaikan bahwa secara regulasi, pendidikan tinggi merupakan kebutuhan tersier, bukan primer karena di Indonesia masih menetapkan wajib belajar 12 tahun. Saat ini, pendidikan di Indonesia masih memiliki berbagai masalah bagi masyarakat, 3 masalah utamanya adalah pendidikan yang belum merata, mutu pendidikan, dan relevansi. Lalu, dalam pendidikan tinggi, biaya masih menjadi masalah utama karena tingginya biaya pendidikan tinggi.

“Solusi dari permasalahan biaya pendidikan tinggi ini dapat dilakukan dengan Cost Structure Analysis (CSA), yakni dengan pelibatan seluruh masyarakat pendidikan, pemerintah, dinas, kepala sekolah, guru, dan siswa. Contohnya, penyusunan pembiayaan siswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) yang dilakukan oleh Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan, Sekretariat Jenderal Kemendikbud yang bekerja sama dengan FKIP UNS bisa dijadikan komparasi penyusunan CSA UKT,” ujar Dr. Salman Alfarisy.

Selanjutnya, narasumber kedua, Drs. Pardoyo menyampaikan materi terkait dengan pokok-pokok permasalahan pendidikan dan biaya UKT. Drs. Pardoyo menjelaskan bahwa persoalan mendasar dalam dunia pendidikan, di antaranya karena program sertifikasi guru yang melenceng dari tujuan semula, adanya pertentangan terkait program Rujukan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI), pengurangan dana pada Program Sekolah Penggerak, dan pergantian kurikulum yang sangat cepat.

“Permasalahan utama pendidikan di perguruan tinggi adalah pada masalah pembiayaan UKT. UKT sendiri merupakan sebagian biaya kuliah tunggal yang ditanggung setiap mahasiswa berdasarkan kemampuan ekonominya. Namun, kenyatannya, biaya UKT yang ditanggung mahasiswa masih tidak sesuai ditambah dengan adanya kebijakan PTN-BH,” ujar Drs. Pardoyo.

Reporter: Nila Prihartanti
Editor: Budi Suseno

https://fkip.uns.ac.id/
https://instagram.com/fkipuns.official/

#fkipuns
#fkipbagus
#uns
#unsbisa