FKIP – Leadership Coaching Academy (LCA) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta telah usai menyelenggarakan sesi sharing atau bincang bareng bersama salah satu mentor Intelectual Leadership School 2023. Kegiatan bincang bareng ini diselenggarakan pada Rabu (2/10/2024), secara live melalui media sosial Instagram.
Kegiatan bincang bareng yang diselenggarakan oleh LCA FKIP UNS ini menghadirkan salah satu mentor Intelectual Leadership School tahun 2023, yang sekaligus merupakan Presiden Badan Eksektif Mahasiswa (Presbem) FKIP UNS tahun 2024, Kamaludin Miqdad. Sebagai narasumber, Miqdad telah memiliki pengalaman yang cukup banyak dalam bidang kepemimpinan. Selain itu, Miqdad yang saat ini menjabat sebagai Presbem FKIP UNS ini telah mengikuti berbagai kegiatan dan menjadi mentor pada banyak sesi mentoring leadership.
Dalam bincang bareng ini, Miqdad menyampaikan pengalamannya aktif berorganisasi dan mendapatkan berbagai manfaat ketika mengikuti banyak organisasi. Menurut Miqdad, mengikuti organisasi dapat menambah pengetahuannya di bidang kepemimpinan, cara bagaimana berorganisasi, dan terkait dengan perkuliahan yang sesuai dengan disiplin ilmu yang ia ambil. Selain itu, dengan mengikuti banyak organisasi, Miqdad dapat mengembangkan softskillnya dalam bidang komunikasi.
“Ikut organisasi selain mendapatkan pengetahuan, juga dapat mengasah skill. Terkait dengan skill ini diasahnya di organisasi, seperti public speaking dan kepemimpinan. Jadi, saya mendapatkan banyak manfaat. Selain itu, saya juga mendapatkan beasiswa dari organisasi, bukan karena saya pintar, tetapi karena memang masuk dalam aktivis organisasi. Sehingga ketika saya mendapatkan beasiswa dari organisasi, sumbangsih yang saya dapat adalah dengan memberikan timbal balik, entah kecil maupun besar kepada organisasi juga. Saya juga memiliki alasan nilai-nilai yang harus saya perjuangkan, sehingga saya harus aktif di organisasi,” ujar Miqdad.
Lebih lanjut, Miqdad menyampaikan pendapatnya terkait rendahnya minat mahasiswa dalam mengikuti organisasi. Menurut Miqdad, rendahnya minat berorganisasi disebabkan karena salah satu dampak adanya Covid 19. Hal tersebut diakibatkan karena vakumnya organisasi saat terjadi Pandemi Covid 19, sehingga terjadi penyesuaian kembali jalannya organisasi yang justru menyebabkan minat mahasiswa dalam berorganisasi menurun. Meskipun begitu, mahasiswa perlu kembali mengikuti berbagai organisasi karena memiliki banyak manfaat. Dalam bincang bareng ini, Miqdad juga memaparkan berbagai strategi untuk menarik minat mahasiswa dalam mengikuti organisasi.
“Menurut saya, cara menarik minat mahasiswa untuk mengikuti berbagai organisasi, pertama kita sebagai organisator harus bisa meningkatkan daya tawar organisasi kita. Organisator ini harus bisa menjadi brand ambassador yang akan dilihat orang-orang lain. Maka dari itu, yang perlu dilakukan dari internal organisator adalah adanya penguatan manajemen diri yang baik terlebih dahulu. Kita lawan stigma negatif yang dipandang oleh mahasiswa lain, misalnya organisator yang lulus kuliahnya lama. Bahkan syukur-syukur, seorang organisator tetap dapat menjadi mahasiswa yang berprestasi dalam dunia perkuliahan,” saran Miqdad.
Reporter: Nila Prihartanti
Editor: Budi Suseno
https://fkip.uns.ac.id/
https://instagram.com/fkipuns.official/
#fkipuns
#fkipbagus
#uns
#unsbisa