FKIP – Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknik Mesin (PTM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS), telah usai menggelar kuliah praktisi dalam rangka pengenalan dan pembentukan budaya industry bagi mahasiswa. Kuliah praktisi ini dilaksanakan secara luring pada Rabu (2/10/2024) lalu bertempat di Aula  Gedung A, Kampus 5 JPTK, UNS.

Kuliah tamu ini dibuka secara langsung oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) Prodi PTM, Prof. Dr. Indah Widiastuti, S.T., M.Eng. Dalam sambutannya, Prof. Indah menyampaikan bahwa kuliah tamu ini mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada seluruh mahasiswa PTM yang telah menghadiri kuliah praktisi ini.

Tujuan diadakannya kegiatan kuliah praktisi ini adalah untuk memberikan bekal ilmu yang lebih kepada mahasiswa Prodi PTM karena pentingnya pengenalan dan pembentukan budaya industri di bidang manufaktur dan otomotif. Selain itu, budaya industri saat ini juga mengajarkan kedisiplinan, etos kerja, dan standar keselamatan yang ketat. Dengan adanya kuliah praktisi ini nantinya diharapkan mahasiswa mampu memahami dan menginteranalisasi budaya industri melalui keterampilan teknis dan sikap yang profesional.

Mengusung tema “Penguatan Budaya Industri Manufaktur dan Otomotif”, kuliah praktisi mengundang dua narasumber yang ahli dalam bidang tersebut. Kedua narasumber tersebut, di antaranya Drs. H. Akhmad Nadlib, M.Pd., dan Fendy Wijaryanto, M.Pd. Narasumber pertama, yakni Drs. H. Akhmad Nadlib, M.Pd., merupakan Ketua Program Pintar yang saat ini bekerja sama dengan Daihatsu Korwil Jawa Tengah. Dalam penyampaian materinya, Drs. H. Akhmad Nadlib menyampaikan materi terkait sikap kerja dan budaya kerja industri di Pendidikan Vokasi.

Drs. H. Akhmad Nadlib menyampaikan beberapa budaya kerja yang diterapkan di lingkungan pabrik PT ADM untuk dapat dijadikan contoh oleh mahasiswa. Menurut Drs. H. Akhmad Nadlib, standar sikap kerja tidak hanya sebatas mengerti jelas, tetapi juga memhamai maksud yang terkandung di setiap sikap kerja terhadap keselamatan dan keamanan, kualitas, kuantitas, biaya, dan manusia. Pedoman tersebut menjadi sikap kerja bagi setiap elemen di dalam perusahaan untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif, meningkatkan komunikasi empat arah, dan mengubah pola pikir sehingga berwawasan global.

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Fendy Wijaryanto, M.Pd., yang merupakan Kepala Unit Produksi Teaching Factory PT. ATMI/SMK Mikael Surakarta IGI Center. Dalam penyampaiannya materinya, beliau menyampaikan terkait Teaching Factory dan Budaya Industri. Dalam kegiatan ini, Fendy memaparkan problematik yang dihadapi oleh lulusan sarjana dibandingkan dengan lulusan SMK. Saat ini, dunia industri lebih mengharapkan kompetensi yang dimiliki oleh seorang freshgraduate, tetapi kebanyakan freshgraduate justru hanya mengandalkan ijazah tanpa mempersiapkan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industri. Menurut Fendy, hal tersebut yang membuat proses pembelajaran vokasi juga perlu diterapkan di lingkungan perkuliahan.

Reporter: Nila Prihartanti
Editor: Budi Suseno

https://fkip.uns.ac.id/
https://instagram.com/fkipuns.official/

#fkipuns
#fkipbagus
#uns
#unsbisa