FKIP – Himpunan Mahasiswa Program Studi (Prodi) S-1 Pendidikan Fisika, HMP Fisika Grafitasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta telah usai menggelar Workshop Ilmiah. Kegiatan ini digelar secara luring bertempat di Shopee Solo Technopark.
Workshop ini merupakan salah satu program kerja Bidang Kajian Ilmiah dan Pendidikan. Diselenggarakannya workshop ini bertujuan untuk menciptakan generasi akademisi yang produktif dalam menghasilkan karya ilmiah, serta mendorong kemampuan berpikir inovatif dan kreatif. Kegiatan workshop ini dibuka secara langsung oleh Ketua Umum HMP Fisika Grafitasi, Muhammad Nizar Ardhani. Dalam sambutannya, Nizar mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia dan pembicara dalam kegiatan workshop tersebut.
“Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada panitia, pembicara, dan peserta yang telah mengikuti kegiatan workshop ini. Temen-temen peserta diharapkan dapat menyimak dan mencermati dengan baik materi yang disampaikan. Selain itu, peserta juga nantinya dapat bertanya saat sesi tanya jawab. Di sini kita akan belajar bersama dengan pembicara yang merupakan mahasiswa berprestasi yang sering memenangkan lomba keilmiahan,” ujar Muhammad Nizar Ardhani.
Workshop yang mengusung tema “Sharpening Scientific Writing Skills: Cultivating a Generation of Creative and Innovative Academic Writers”, mengundang satu narasumber utama, yakni Salmaa Anisah Rodhiyah. Salmaa merupakan salah satu mahasiswa berprestasi dari Prodi Pendidikan Fisika angkatan 2021. Dalam workshop tersebut, Salmaa menjelaskan penulisan karya ilmiah, khususnya dalam penulisan esai.
Salmaa mengawali pemaparan materinya dengan memaparkan jenis-jenis esai yang sering dilombakan dan kesalahan-kesalahan yang biasanya menyebabkan esai yang ditulis mahasiswa tidak mendapatkan juara. Jenis-jenis yang biasanya sering dilombakan ada tiga, yakni esai inovasi yang outputnya berupa produk, esai kajian, dan esai personal yang outputnya berupa pengalaman pribadi. Dari ketiga jenis esai tersebut, menurut Salmaa, mahasiswa perlu memahami dan memilih jenis esai sesuai dengan bidang studinya karena tidak semua jenis esai dapat diikuti oleh setiap bidang studi.
Selain memahami jenis esai, menurut Salmaa, setiap mahasiswa juga perlu mengetahui kesalahan-kesalahan umum yang menyebabkan esai tidak mendapatkan juara. Kesalahan-kesalahan tersebut, di antaranya pemilihan tema esai yang sangat banyak dan kurang spesifik, topik yang dibawakan tidak menarik, serta penulisan esai yang kurang sistematis.
Selanjutnya, utuk meminimalisir berbagai kesalahan tersebut, Anisah memaparkan beberapa solusi yang dapat dilakukan oleh mahasiswa, yakni dengan menerapkan strategi kreatif dan inovatif dengan 5M. Inovasi dengan 5M tersebut, di antaranya dengan memahami masalah, melihat perkembangan inovasi, melihat celah inovasi, mencari sistem yang dapat menutup celah, dan mengadaptasi inovasi yang ada dengan sistem baru.
Selain dengan 5M, mahasiswa juga dapat menggunakan sistem dengan 4M, yakni memiliki referensi sistem, memahami fungsi-fungsi sistem, menghubungkan fungsi sistem dengan permasalahan, dan mengolaborasikan sistem baru dengan inovasi yang sudah ada.
HUMAS FKIP
Reporter: Nila Prihartanti
Editor: Budi Suseno
https://fkip.uns.ac.id/
https://instagram.com/fkipuns.official/
#fkipuns
#fkipbagus
#uns
#unsbisa