FKIP UNS — Program Studi S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PBSd), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS), menyelenggarakan kegiatan ilmiah bertajuk “Strategi Pembelajaran Efektif Bahasa dan Sastra Jawa untuk Pembelajar Milenial” pada Rabu pagi (16/4/25). Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom dan diikuti oleh mahasiswa S1 dan S2, guru Pendidikan Bahasa Jawa, alumni, anggota MGMP, serta para pemerhati bahasa dan sastra Jawa dari berbagai daerah.
Dua narasumber utama yang hadir dalam kegiatan ini adalah Dr. Sukarjo Waluyo, S.S., M.Hum. (Dosen FIB Universitas Diponegoro) dan Dr. Prembayun Miji Lestari, M.Hum. (Dosen FBS Universitas Negeri Semarang). Keduanya memberikan wawasan mendalam terkait penguatan teori pembelajaran bahasa dan sastra Jawa serta strategi penerapannya bagi generasi milenial. Kegiatan ini dipandu oleh Dr. Astiana Ajeng Rahadini, M.Pd. (Dosen FKIP UNS) bertindak sebagai moderator.
Kepala Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Jawa dan S2 PBSd FKIP UNS, Dr. Budi Waluyo, S.S., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan ini untuk memperkuat landasan teoretis serta mendorong pengembangan perangkat pembelajaran yang adaptif dan inovatif.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin memperkuat landasan teori pembelajaran bahasa dan sastra Jawa sekaligus mengembangkan perangkat pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Dr. Budi Waluyo.
Dr. Budi Waluyo, S.S., M.Pd. juga menekankan pentingnya menjalin kolaborasi antarlembaga untuk memperkaya metode dan pendekatan pembelajaran bahasa dan sastra daerah, khususnya Jawa.
“Kami juga mendorong terjalinnya kerja sama antarlembaga dan antarpraktisi pendidikan untuk mengembangkan metode pembelajaran yang efektif, inovatif, dan tetap berpijak pada nilai-nilai budaya Jawa,” lanjut Dr. Budi Waluyo.
Sementara itu, Dekan FKIP UNS, Dr. Imam Sujadi, M.Si. dalam arahannya menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menghasilkan ide-ide strategis dalam pengembangan perangkat pembelajaran di tingkat pascasarjana yang mampu menumbuhkan sikap unggah-ungguh berbahasa Jawa di kalangan siswa.
“Kita perlu bersama-sama memikirkan bagaimana cara terbaik mempelajari dan mengajarkan bahasa Jawa agar mampu mendidik siswa menjadi pribadi yang unggah-ungguh dalam berbahasa,” tutur Dr. Imam Sujadi.
Dr. Imam Sujadi, M.Si. juga berharap hasil dari kegiatan ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung pelestarian budaya Jawa, terutama di wilayah-wilayah yang menjadi pusat kebudayaan Jawa.
“Saya berharap, dari forum ini akan lahir ide-ide segar untuk pengembangan perangkat pembelajaran di Program Magister PBSd yang dapat menumbuhkan kecintaan siswa pada bahasa Jawa sekaligus turut melestarikan budaya Jawa, khususnya di daerah-daerah yang menjadi pusat peradaban Jawa,” pungkas Dr. Imam Sujadi.
Kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi peserta, di antaranya materi yang relevan dengan perkembangan pembelajaran bahasa Jawa serta e-sertifikat sebagai bentuk penghargaan partisipasi.
Humas FKIP,
Jurnalis: Nur Annisa Lailatul Mila