FKIP UNS – Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar pelucuran acara Dialog Pendidikan, Literasi, Bahasa, dan Sastra bertajuk “Diklisa #1” yang bekerja sama dengan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dan Arfuzh Ratulisa. Diskusi tersebut digelar pada Jumat (2/5/2025) secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting.
Kegiatan Diklisa merupakan salah satu upaya strategis dalam mendukung program Kampus Berdampak yang diluncurkan bersamaan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025. Sebagai pembuka, Diklisa #1 menjadi fondasi yang kuat bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan diskusi lainnya, yang memungkinkan pertukaran ide dan gagasan yang konstruktif. Kegiatan ini lahir atas kesadaran pentingnya kolaborasi dalam pengembangan potensi akademik dan profesional. Maka dari itu, Diklisa #1 mengusung tema “Kampus Berdampak: Peluang dan Harapan Menyambut Hardiknas 2025 untuk Kemajuan Pendidikan dan SDM Indonesia”.
Kegiatan dimulai dengan sambutan Kepala Prodi PBSI FKIP UNS, Dr. Raheni Suhita, M.Hum. Dalam sambutannya ini mengungkapkan bahwa pendidikan bertujuan untuk mencetak generasi yang cerdas, bersikap baik, berpengetahuan komprehensif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mencetak generasi muda yang cerdas, tetapi juga memiliki sikap yang baik, pengetahuan yang komprehensif, dan keterampilan yang benar-benar dapat dimanfaatkan untuk kehidupan di masyarakat. Pendidikan juga bertujuan untuk menumbuhkan sifat asah, asih, dan asuh generasi muda,” ungkap Dr. Raheni sebagaimana dikutip dari rilis yang dikirimkan oleh Rosantika Utami.
Dr. Raheni juga menambahkan pentingnya literasi untuk memilah banyaknya informasi yang diterima pada era perkembangan teknologi dan informasi.
“Pada era perkembangan teknologi dan informasi, banyak informasi yang kita terima. Informasi-informasi tersebut sulit dibedakan mana yang benar dan tidak benar atau mana yang baik dan tidak baik namun dibungkus dengan baik. Maka dari itu, literasi itu penting terutama untuk mendidik generasi yang mampu memilah banyaknya informasi yang diterima,” tambah Dr. Raheni.
Kepala Prodi PBI FIB Unsoed, Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd., sekaligus moderator turut memberikan harapan terhadap penyelenggaraan acara ini dalam pengantarnya.
“Semoga kegiatan ini dapat berjalan secara rutin dan membuka jalinan kerja sama dengan berbagai pihak. Apabila bapak ibu peserta membutuhkan informasi atau kerja sama dalam bentuk seminar, diklat, dan sebagainya, kami membuka pintu seluas-luasnya,” harap Dr. Memet.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan oleh Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, M. Hum. Ia merupakan Guru Besar Prodi PBSI FKIP UNS sekaligus Pendiri Lembaga Literasi Arfuzh Ratulisa. Lembaga Literasi Arfuzh Ratulisa merupakan lembaga yang menyediakan kerja sama dalam berbagai pelatihan, pendampingan, dan workshop-workshop literasi untuk pelajar, mahasiswa, guru, dosen, pustakawan, dan seluruh masyarakat Indonesia.
Prof. Rohmadi dalam pemaparannya mengungkapkan konsep 8-B yang dapat menjadi panduan untuk mewujudkan kampus dan sekolah yang berdampak. Dimulai dengan berniat untuk ibadah, beliau menekankan bahwa setiap langkah yang kita ambil harus dimulai dengan niat yang baik, karena niat adalah dasar dari segala tindakan yang bermanfaat. Selanjutnya, bergerak visioner menjadi penting, di mana kita harus memiliki pandangan jauh ke depan dan tidak sekadar mengikuti arus, melainkan menciptakan perubahan yang bermakna. Prof. Rohmadi juga mengingatkan pentingnya bersilaturahmi & jelajah semesta, yang mengajarkan kita untuk terus berhubungan dengan berbagai pihak dan menjelajahi pengetahuan yang ada di sekitar kita.
Prinsip berikutnya, bermitra untuk semua, mendorong kita untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak, baik dalam dunia pendidikan maupun masyarakat. Tanpa kerjasama yang baik, tujuan besar sulit tercapai. Kemudian, beraksi & berkreasi menjadi penting sebagai wujud nyata dari ide-ide yang kita miliki. Tindakan yang diambil haruslah penuh kreativitas untuk membawa perubahan positif. Prof. Rohmadi juga mengajak kita untuk berproduksi & berinovasi, tidak hanya menghasilkan karya, tetapi terus berinovasi dalam setiap proses untuk menciptakan nilai yang lebih besar.
Pada akhirnya, beliau mengingatkan kita akan pentingnya berbagi & bercerita, karena pengetahuan yang dibagikan dapat memberikan inspirasi dan mendorong orang lain untuk bergerak maju. Cerita juga memiliki kekuatan untuk membangun hubungan yang lebih dalam antarindividu. Tidak kalah penting, berbahagia & sejahtera menjadi prinsip yang mendasari segala usaha, karena kebahagiaan dan kesejahteraan diri adalah kunci utama untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Melalui 8-B ini, kita diharapkan dapat menjadi pribadi yang lebih bermanfaat, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk lingkungan sekitar.
Usai pemaparan kegiatan, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi untuk berbagi pandangan dan pengalaman terkait praktik baik literasi. Dalam diskusi ini, para peserta diberikan kesempatan untuk mengungkapkan pendapat mereka mengenai implementasi kegiatan Diklisa #1 serta dampaknya terhadap perkembangan literasi di lingkungan masing-masing.
HUMAS FKIP
#fkip #uns
