FKIP UNS– Mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan (PTB) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melaksanakan kegiatan bertajuk SMART TECHNO: Seminar Pengelolaan Biogas Menjadi Energi Terbarukan (28/7/25) di Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat desa dalam mengoptimalkan limbah ternak menjadi energi alternatif berbasis biogas.
Program SMART TECHNO merupakan bagian dari kontribusi mahasiswa UNS dalam membentuk Desa Sruni sebagai desa mandiri berbasis energi terbarukan yang ramah lingkungan. Kegiatan diawali dengan survei lapangan dan koordinasi bersama narasumber, serta dilanjutkan dengan pelaksanaan seminar edukatif kepada warga setempat.
Salah satu anggota tim, Izza Konita Luthfia, menjelaskan bahwa meskipun Desa Sruni sebelumnya pernah mendapat sosialisasi terkait pengolahan limbah ternak, kegiatan tersebut belum berlanjut secara menyeluruh.
“Melalui program ini, kami ingin membangkitkan kembali semangat masyarakat dalam mengolah limbah secara mandiri. Potensi energi terbarukan dari limbah ternak di desa ini cukup besar, dan kami berharap bisa dimanfaatkan secara optimal,” jelas Izza.
Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa UNS melakukan pendekatan langsung dengan mengunjungi peternakan warga serta menggali informasi mengenai kebiasaan dan tantangan dalam pengelolaan limbah ternak. Tim juga menjalin kerja sama dengan narasumber yang berpengalaman di bidang energi terbarukan untuk merancang seminar yang aplikatif dan mudah dipahami.
Seminar SMART TECHNO dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat seperti pemilik ternak, tokoh desa, hingga ibu rumah tangga. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan konsep biogas, manfaat lingkungan dan ekonomi, cara pembuatan instalasi biogas sederhana, serta studi kasus penerapan di pedesaan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif, dengan warga menunjukkan antusiasme tinggi dalam berdiskusi. Salah satu peserta, Pak Widiatomo, menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa terus berlanjut.
“Seminar ini mengingatkan kami kembali tentang potensi besar dari limbah ternak. Kalau bisa diterapkan, kami bisa menghemat gas elpiji sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih,” ujarnya.
Program SMART TECHNO diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong kemandirian energi di Desa Sruni. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, mahasiswa UNS menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan desa berbasis teknologi tepat guna.