FKIP UNS – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Peningkatan Mutu Pembelajaran Berkelanjutan” pada Senin (28/7/25). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Lantai 3 Gedung F FKIP UNS dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube FKIP UNS SEMAR TV. Seminar ini dihadiri Kepala Dinas se-Solo Raya, dan Kepala Sekolah yang menjadi mitra PLP FKIP UNS dan dosen serta mahasiswa FKIP UNS

Seminar menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D. selaku Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Dr. Sadimin, S.Pd., M.Eng. selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, dan Dr. Leny Noviani, M.Pd. selaku Kaprodi S2 Pendidikan Ekonomi FKIP UNS. Serta bertindak memandu acara Tirza Marshanda Hartono dan yang menjadi moderator Prof. Dr. Mohammad Masykuri, M.Si., yang membangun suasana diskusi yang aktif dan partisipatif.

Dekan FKIP UNS, Dr. Imam Sujadi, M.Si., menyampaikan bahwa penyelenggaraan seminar ini merupakan bagian dari komitmen FKIP UNS dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara dunia pendidikan tinggi dan instansi pendidikan pemerintah.

“FKIP UNS memiliki visi untuk menjadi fakultas kependidikan yang unggul dalam mencetak tenaga pendidik profesional dan berdaya saing global. Melalui seminar ini, kami berharap dapat memperkuat sinergi antara kampus dan pemangku kebijakan pendidikan, khususnya dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital seperti searang ini” tutur Dr. Imam Sujadi.

Narasumber utama dalama seminar Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D., selaku Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kemendikdasmen Republik Indonesia, menyampaikan dalam paparanya selain terkait kebijakan juga perlunya mendorong tranformasi guru sebagai pemebelajar sepanjang hayat dan menegaskan pentinganya integrasi anatara inovasi pembelajaran, kebijakan berbasis data, dan penguatan komunitas belajar guru.

“Peningkatan mutu pembelajaran yang berkelanjutan bukan hanya soal kurikulum atau teknologi, tetapi juga soal mindset para pendidik dan pemimpin satuan pendidikan. Kita perlu mendorong transformasi sistemik yang memastikan setiap guru menjadi pembelajar sepanjang hayat, dan setiap sekolah menjadi ekosistem yang adaptif, reflektif, dan kolaboratif, serta dapat memahami pentingnya integrasi antara inovasi pembelajaran, kebijakan berbasis data, dan penguatan peran komunitas belajar guru, sebagai kunci untuk mewujudkan pendidikan yang relevan dan berdaya saing”, ujar Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D.

Selanjutnya narasumber Dr. Sadimin, S.Pd., M.Eng., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, dalam paparannya menyampaikan peningkatan mutu pembelajaran berkelanjutan diperlukan sinergi dan kolaborasi antara lembega pendidikan tinggi, pemerintah daerah, dan para pendidik  untuk mendukung terwujudnya genarsi pemebelajar.

“Peningkatan mutu pembelajaran berkelanjutan tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan tinggi, dan para pendidik di lapangan. Guru tidak hanya sebagai pelaksana kurikulum, tetapi juga sebagai inovator pembelajaran yang harus terus dikembangkan melalui pelatihan berkelanjutan dan kemitraan strategis, serta adanya kolaborasi antara dinas pendidikan dan perguruan tinggi, seperti yang dilakukan FKIP UNS, merupakan langkah nyata dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat dan adaptif terhadap perubahan zaman, serta mendukung terwujudnya generasi pembelajar sepanjang hayat.” ujar Dr. Sadimin, S.Pd., M.Eng.

Dan yang terakhir Narasumber Dr. Leny Noviani, M.Pd. selaku Kaprodi S2 Pendidikan Ekonomi FKIP UNS  menjelaskan tentang Implementasi pembelajaran mendalam dan pendekatan pembelajaran mendalam menuntut adanya perubahan mindset dan desain pembelajaran.

”Implementasi pembelajaran mendalam bukan sekadar menyampaikan materi lebih detail, tetapi mengajak peserta didik berpikir kritis, reflektif, dan kontekstual. Guru perlu menjadi fasilitator yang mampu memantik pertanyaan, bukan sekadar memberi jawaban. Di sinilah letak esensi pembelajaran bermakna yang mendukung pendidikan berkelanjutan, serta pendekatan pembelajaran mendalam juga menuntut adanya perubahan mindset dan desain pembelajaran, yang menekankan pada keterkaitan antar konsep, pemecahan masalah nyata, dan kolaborasi antarpihak, sebagai bentuk kesiapan menghadapi tantangan saat ini ” ujar Dr. Leny Noviani, M.Pd.

Selanjutnya sebagai bentuk komitmen ntaya, pada acara seminar nasional juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara FKIP UNS dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah serta Dinas – Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Solo Raya. Penandatanganan ini menjadi langkah awal dari kerja sama dalam penguatan program Tri-Dharma Pendidikan khususnya melalui Praktik Lapangan Persekolahan (PLP).

Seminar nasional ini menjadi bukti nyata komitmen FKIP UNS dalam memperkuat kontribusi akademik untuk mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 4), yaitu pendidikan berkualitas yang inklusif dan berkelanjutan. Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para narasumber dan foto bersama.

Humas fkip
#fkipuns #uns