FKIP UNS – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (ToT) Pengajar Mata Kuliah Penciri Fakultas (MKPF) Pendidikan Inklusi secara daring pada Kamis (14/8/2025). Kegiatan ini diikuti oleh civitas dari berbagai program studi di lingkungan FKIP UNS. ToT ini bertujuan memperkuat fondasi pengetahuan pedagogis dosen sekaligus menyelaraskan persepsi mengenai bahan kajian sesuai kurikulum baru universitas.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FKIP UNS, Prof. Dr. Paed. Nurma Yunita Indriyanti, M.Si., M.Sc. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan inklusi di lingkungan fakultas. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ToT bertujuan menyamakan persepsi dosen pengampu yang berasal dari berbagai program studi agar seluruh mahasiswa FKIP memperoleh standar kualitas materi yang sama.

Ia juga menekankan bahwa seluruh Mata Kuliah Penciri Fakultas, termasuk Pendidikan Inklusi, harus dipetakan secara khusus pada Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) 2, yaitu kemampuan lulusan dalam menguasai konsep teoritis kependidikan dan mengaplikasikannya secara adaptif, berintegritas, dan bertanggung jawab dalam proses pembelajaran. Menurutnya, pengukuran ketercapaian CPL tersebut akan menjadi bahan evaluasi fakultas untuk menilai kualitas lulusan baik di tingkat program studi maupun fakultas.

Ketua Tim MKPF, Dr. Agus Tri Susilo, M.Pd., menjelaskan bahwa mata kuliah penciri fakultas memiliki peran fundamental dalam membentuk kompetensi calon guru. Ia menegaskan bahwa MKPF bukan sekadar pelengkap kurikulum, melainkan menjadi fondasi utama atau “roh” dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi pendidik profesional. Melalui kegiatan ToT ini, diharapkan para pengajar memiliki pemahaman yang seragam mengenai struktur materi, pendekatan pembelajaran, serta implementasi kurikulum baru UNS yang menekankan pendidikan inklusif.

Materi utama dalam kegiatan ini disampaikan oleh Prof. Dr. Sunardi, M.Sc. dan Dr. Subagya,M.Si. yang membahas konsep pendidikan inklusi dalam MKPF secara komprehensif. Mereka menjelaskan bahwa pendidikan inklusi dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai disabilitas, sistem layanan inklusif, serta strategi pembelajaran yang adaptif bagi peserta didik dengan beragam kebutuhan. Disabilitas dijelaskan sebagai kondisi keterbatasan fisik, intelektual, mental, maupun sensorik yang dapat memengaruhi partisipasi individu dalam kehidupan sosial apabila tidak didukung lingkungan yang aksesibel.

Para pemateri juga memaparkan klasifikasi disabilitas yang meliputi disabilitas fisik, intelektual, mental, serta sensorik seperti hambatan penglihatan dan pendengaran. Pemahaman ini dinilai penting bagi calon guru agar mampu melakukan identifikasi awal terhadap kebutuhan belajar peserta didik. Selain itu, peserta juga diajak memahami perkembangan sejarah pendidikan bagi penyandang disabilitas, termasuk kontribusi tokoh-tokoh penting seperti Thomas Hopkins Gallaudet dalam pengembangan bahasa isyarat serta Louis Braille yang menciptakan sistem tulisan Braille untuk penyandang tunanetra.

Dalam implementasinya, mata kuliah Pendidikan Inklusi dirancang melalui Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang memuat enam materi inti, mulai dari konsep dasar disabilitas, prinsip aksesibilitas di lingkungan pendidikan, hingga strategi implementasi pembelajaran inklusif di sekolah reguler. Mahasiswa nantinya dibekali kemampuan menyusun akomodasi kurikulum serta strategi pembelajaran yang adaptif agar proses pembelajaran dapat menjangkau seluruh peserta didik tanpa diskriminasi.

Kegiatan ToT ini juga diisi dengan diskusi mengenai draf RPS yang telah disusun oleh tim pengembang dari Program Studi Pendidikan Luar Biasa. Peserta diberikan kesempatan untuk melakukan pengayaan materi sesuai bidang keilmuan masing-masing dengan tetap mengacu pada kerangka bahan kajian yang telah ditetapkan.

Sebagai tindak lanjut kegiatan, para peserta diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan untuk memperoleh sertifikasi sebagai pengajar MKPF. Persyaratan tersebut meliputi keikutsertaan penuh dalam pelatihan, penyelesaian evaluasi melalui pre-test dan post-test, serta pengumpulan tugas akhir berupa finalisasi RPS dan rancangan penugasan mahasiswa yang telah disesuaikan.

Menutup kegiatan, pimpinan fakultas menekankan pentingnya komitmen bersama dalam mengawal implementasi kurikulum baru yang berorientasi pada pendidikan inklusif. Dengan adanya ToT ini, diharapkan para dosen mampu mentransformasikan wawasan yang diperoleh ke dalam praktik pembelajaran yang nyata sehingga visi FKIP UNS dalam mencetak pendidik profesional, adaptif, dan inklusif dapat terwujud secara optimal.

Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi pendidik, SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui pengembangan pendidikan inklusif bagi semua peserta didik, serta SDG 16 (Institusi yang Kuat) melalui penguatan tata kelola pendidikan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Link Download Materi Pendidikan Inklusi

Humasfkip

#fkip#uns