FKIP UNS— Tim Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Program Studi Pendidikan Teknik Mesin (PTM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) pada Sabtu, (23/8/25) di Aula Balai Desa Taji, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini diikuti oleh perangkat desa serta masyarakat setempat dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga secara berkelanjutan.
Kegiatan dipimpin oleh ketua pelaksana Abib Tri Purnomo bersama Aling Sangwidi, serta didukung oleh 16 mahasiswa anggota tim. Turut hadir pula dosen pembimbing lapangan, yaitu Dr. Danar Susilo Wijayanto, S.T., M.Eng., Prof. Dr. Indah Widiastuti, S.T., M.Eng., dan Ir. Aktavia Herawati, S.P., M.Sc. Acara dibuka dengan sambutan dari Abib Tri Purnomo, Dr. Danar Susilo Wijayanto, serta Kepala Desa Taji, Agus Prasetyo, A.Md.
Sebagai pengantar, takmir Masjid Desa Taji memperkenalkan program “Sedekah Sampah”, yaitu inisiatif warga untuk menyumbangkan sampah yang masih memiliki nilai guna sebagai bentuk sedekah. Program ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.
Sesi utama diisi oleh Ibu Britania Sari, pegiat lingkungan sekaligus penggerak gaya hidup minim sampah. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa sampah plastik membutuhkan waktu hingga 500 tahun untuk terurai, sementara TPA Troketon di Klaten diperkirakan hanya mampu menampung sampah hingga tahun 2027. Kondisi ini menuntut masyarakat untuk segera menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle sejak dari rumah.
Ibu Britania juga memperkenalkan konsep “Rumah Minim Sampah”, yang dapat dilakukan melalui langkah sederhana seperti memilah sampah, mengompos sisa makanan, memanfaatkan kembali barang layak pakai, hingga teknik regrow sayuran dapur. “Aksi kecil dari rumah tangga akan memberi dampak besar ketika dilakukan bersama-sama,” ungkapnya.
Suasana kegiatan semakin interaktif dengan adanya sesi kuis berhadiah doorprize dan tanya jawab yang disambut antusias oleh warga. Beberapa peserta berebut menjawab pertanyaan seputar pemilahan sampah demi memperoleh hadiah yang disediakan panitia.
Salah satu anggota panitia, Diefa Nasywa Aedelia, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi langkah awal gerakan kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan. “Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat terkait sampah. Jika setiap keluarga mulai melakukan aksi kecil, maka Desa Taji bisa menjadi contoh nyata desa yang peduli lingkungan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Tim PMM PTM UNS berharap Desa Taji dapat menjadi desa percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kabupaten Klaten. Program ini sekaligus menjadi kontribusi nyata mahasiswa UNS dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 11 tentang permukiman berkelanjutan dan SDG 12 tentang konsumsi serta produksi yang bertanggung jawab.