FKIP  UNS – Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) sekaligus mahasiswa S-3 Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNS, Titi Setiyoningsih, M.Pd., menyelenggarakan Lokakarya Pengembangan Buku Ajar Digital Bermuatan Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Literasi Ekologi Siswa SMP di Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kebakkramat, Karanganyar dengan peserta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Karanganyar pada (11/09/2025). Lokakarya ini bertujuan mendukung pengembangan bahan ajar inovatif yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan literasi ekologi melalui pemanfaatan teknologi digital, sehingga siswa SMP dapat belajar bahasa sekaligus membangun kesadaran lingkungan.

Acara lokakarya diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) mengenai draf Buku Ajar Digital Bab I “Mengembara di Lorong Imajinasi” untuk materi teks narasi yang dipaparkan oleh Titi Setyoningsih, M.Pd., Pada sesi ini, para peserta yang tergabung dalam MGMP Bahasa Indonesia SMP Karanganyar memberikan masukan konstruktif terkait isi materi, kesesuaian dengan kurikulum, integrasi kearifan lokal dan literasi ekologi, serta tampilan visual buku ajar digital. Diskusi juga menyoroti pendekatan pedagogis yang dapat memperkuat pengalaman belajar siswa, sehingga FGD ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi dan praktisi untuk merancang buku ajar digital yang inovatif, menarik, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.

Selanjutnya, Prof. Dr. Andayani, M.Pd. menyampaikan materi bertema “Pembelajaran di Era Digital” yang menyoroti pentingnya penguasaan literasi digital, baik bagi guru maupun siswa, dalam menghadapi dinamika perkembangan teknologi informasi. Beliau menekankan bahwa kemampuan literasi digital tidak hanya sebatas keterampilan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup pemahaman kritis dalam memanfaatkan informasi secara bijak dan produktif. Selain itu, Prof. Andayani memaparkan berbagai strategi pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan guru untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, adaptif, dan relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.

Materi ketiga disampaikan oleh Prof. Dr. Sumarwati, M.Pd., yang mengupas secara mendalam konsep TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa guru tidak hanya dituntut menguasai materi ajar dan metode pembelajaran, tetapi juga perlu mampu mengintegrasikan teknologi secara tepat guna sehingga tercipta proses belajar-mengajar yang lebih efektif, interaktif, dan kontekstual. Perspektif baru ini membuka wawasan bagi para guru untuk merancang pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan peserta didik di era digital, di mana teknologi, pedagogi, dan konten saling melengkapi secara harmonis.

Melalui lokakarya ini, diharapkan lahir inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia yang tidak hanya selaras dengan perkembangan teknologi digital, tetapi juga tetap berpijak pada kearifan lokal dan nilai-nilai ekologi. Keterlibatan aktif para guru dalam memberikan masukan serta kolaborasi dengan para pakar membuka peluang terciptanya buku ajar digital yang lebih relevan, inspiratif, dan mampu menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dan diperluas jangkauannya, sehingga semakin banyak sekolah yang dapat merasakan manfaat dari hadirnya bahan ajar digital berbasis kearifan lokal untuk mendukung tercapainya pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.