Sebagai wujud kepedulian terhadap ketahanan pangan dan lingkungan, Tim Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Budidaya Tanaman Azolla pada Sabtu, 6 September 2025 di Aula Balai Desa Taji, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan potensi Azolla sebagai pakan ternak, pupuk organik, serta solusi ramah lingkungan dalam mendukung pertanian berkelanjutan.

Tim pelaksana PMM PTM UNS diketuai oleh Abib Tri Purnomo bersama Aling Sangwidi, dengan anggota yang terdiri dari Diefa Nasywa Aedelia, Elsa Rahmawati, Azizah Nadia Rahmawati, Febriyanti Zulfa Maghfira, Justine Diaz Damara, Garuda Ardhana, Cahya Anugrah Setya Irawan, Adit Tria Baharudin, Muhammad Ardenta Putra Sani, Ahmad Santoso, Fahryzal Bintang Nugraha, Wahyu Adinugroho, Dony Setiawan Nur Salim, Dewi Sulistianingrum, Arya Saputra, dan Dimas Danu Utama. Kegiatan ini juga mendapat arahan langsung dari dosen pembimbing lapangan, yaitu Dr. Danar Susilo Wijayanto, S.T., M.Eng., Prof. Dr. Indah Widiastuti, S.T., M.Eng., dan Ir. Aktavia Herawati, S.P., M.Sc.

Narasumber pertama, Ir. Aktavia Herawati, S.P., M.Sc., membuka sesi dengan memaparkan potensi luar biasa dari Azolla sp., sejenis paku air mengapung yang telah lama dikenal sebagai “green gold” atau emas hijau. Julukan tersebut bukan tanpa alasan, karena Azolla memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, yakni antara 24 – 35%, serta mengandung mineral penting, yang bermanfaat baik bagi tanaman maupun hewan ternak. Keunggulan lain dari Azolla adalah kemampuannya bersimbiosis dengan bakteri Anabaena azollae, yang dapat menambat nitrogen langsung dari udara dan mengubahnya menjadi sumber nutrisi alami. Dengan demikian, Azolla tidak hanya berfungsi sebagai pakan ternak berkualitas tinggi, tetapi juga sebagai pupuk hijau yang ramah lingkungan. “Dengan laju pertumbuhan mencapai sekitar 35% per hari, Azolla sangat potensial menjadi alternatif solusi bagi petani dan peternak untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk serta pakan berbasis kimia,” jelas Ibu Aktavia.

Materi kemudian dilanjutkan oleh Bambang Pamungkas, S.P., yang membagikan pengalaman praktis dalam membudidayakan Azolla di berbagai media, mulai dari kolam tanah, sawah, hingga kolam buatan. Beliau menjelaskan secara rinci bagaimana mengenali kondisi Azolla yang sehat (berwarna hijau pekat, tebal, dan tumbuh merata) serta tanda-tanda kerusakan akibat kekurangan sinar matahari, nutrisi, atau serangan hama seperti ulat, kutu air, dan keong. Bambang juga menekankan pentingnya inovasi dalam pemanfaatan Azolla, misalnya dengan mencampurkannya bersama dedak dan EM4 agar nutrisi meningkat sehingga lebih optimal untuk pakan ternak maupun ikan. “Azolla itu sederhana, murah, tapi kaya manfaat. Tinggal bagaimana kita konsisten merawat dan memanfaatkannya,” tegasnya.

Usai pemaparan, peserta diajak berkenalan dengan tanaman Azolla dengan melihat langsung bentuknya. Narasumber menunjukkan ciri-ciri Azolla yang sehat yaitu berwarna hijau pekat, tebal, dan tumbuh merata. Peserta juga dikenalkan cara sederhana membudidayakan Azolla, mulai dari persiapan kolam dengan air setinggi 20 – 30 cm, penebaran bibit, hingga langkah perawatan yang diperlukan agar tanaman tetap subur. Selain itu, narasumber memperagakan bagaimana Azolla dapat diaplikasikan di lahan sawah, baik dibenamkan langsung sebagai pupuk hijau setelah tanam padi maupun dimanfaatkan sebagai pupuk organik segar. Antusiasme warga tampak jelas ketika sesi tanya jawab dibuka. Pertanyaan seputar manfaat Azolla, teknik budidaya, hingga cara pengolahannya menjadi pakan ternak diajukan dengan semangat. Suasana aula semakin hangat ketika beberapa warga berbagi pengalaman tentang kendala dalam pengelolaan pupuk organik di desa, sehingga diskusi terasa hidup dan solutif.

Melalui kegiatan ini, Tim PMM PTM UNS berharap Desa Taji dapat mengembangkan budidaya Azolla secara berkelanjutan. Inovasi ini diharapkan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 tentang ketahanan pangan, SDG 11 tentang permukiman berkelanjutan, serta SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.