FKIP UNS – Tim Grup Riset Linguistik dan Sastra Terapan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan eksplorasi kearifan lokal tentang sumber air dan salah satu objek kajiannya adalah  upacara tradisin Udan Dawet di Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali.

Udan Dawet merupakan tradisi turun-temurun masyarakat setempat yang dilaksanakan sebagai ungkapan doa dan harapan agar turun hujan, sekaligus wujud rasa syukur atas keberlimpahan air sebagai sumber kehidupan.  Prosesi uapcara diawali dengan membersihkan Sendang Manderejo dan sumber air lain di desa tersebut pada hari Rabu (1 Oktober 2025). Adapun puncak acara upacara tradisi Udan Dawet dilaksanakan pada Jumat, 3 Oktober 2025.  Pagi hari warga berdatangan menuju area sendang dengan membawa nasi kenduri, yaitu nasi gurih beserta lauk pauknya, dan dawet sebagai minuman wajib (minuman tradisional dari tepung beras dan santan).

Tetua desa menyampaikan tujuan dilaksanakannya tradisi adalah untuk menjaga kelestrian sumber-sumber air yang dilakukan secara bersama dan bergotong royong juga mengajak warga agar melestarikan tradisi Udan Dawet.  Acara dilanjutkan dengan berdoa bersama  yang kemudian dilakukan penyiraman dawet ke sendang. Selanjutnya warga melakukan makan bersama nasi kenduri dan minum dawet sebagai tanda kebersamaan dan harapan atas rezeki yang melimpah.

Kegiatan riset ini dipimpin oleh Prof. Dr. Sumarwati, M.Pd., selaku Ketua Grup Riset Linguistik dan Sastra Terapan FKIP UNS dengan anggota penelitian Dr. Atikah Anindyarini, M.Hum. dan Dr. Edy Suryanto, M.Pd. Kegiatan eskplorasi juga melibatkan empat mahasiswa pascasarjana FKIP UNS, yaitu Aldi Dwi Saputra, M.Pd., Aprilia Rizki Arifah, M.Pd., Maulana Danar Maaliki H., M.Pd., dan Alifia, M.Pd.

Menurut Prof. Sumarwati, penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai kearifan lokal dalam pengelolaan sumber air dan melestarikan tradisi yang memiliki makna ekologis, sosial, dan spiritual. Hal itu sejalan dengan pernyataan warga setempat, Bapak Muslih, “Upacara Udan Dawet tidak hanya menjadi bagian dari budaya masyarakat, tetapi juga cermin kesadaran ekologis yang tinggi pada masyarakat dalam menjaga keseimbangan alam,” ungkapnya.

Melalui penelitian ini, UNS berkomitmen untuk mendukung pelestarian budaya lokal serta mengembangkan kajian linguistik dan sastra terapan berbasis nilai-nilai tradisi Nusantara, sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap pelestarian warisan budaya bangsa.