FKIP UNS — Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang tergabung dalam Tim Hibah Pembelajaran Berdampak dari program Asistensi Mengajar Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil mencatatkan prestasi gemilang melalui pendampingan terhadap Tim Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) SMAN 1 Boyolali. Dua tim OPSI binaan mahasiswa Pendidikan Fisika UNS meraih Juara 3 dan Juara Harapan 1 dalam Lomba Peneliti Belia PUTech & International Scientific Paper Competition 2025 yang diselenggarakan oleh PUtechnovation dan Center for Young Scientist (CYS) di Semarang pada 3–4 September 2025.

Program Hibah Pembelajaran Berdampak Asistensi Mengajar merupakan inisiatif  FKIP UNS untuk memperkuat pembelajaran kolaboratif dan inovatif di sekolah mitra. Di SMAN 1 Boyolali, program ini dilaksanakan oleh sepuluh mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP UNS yang diketuai oleh Dian Permata Lestari, dengan dosen pembimbing Dewanto Harjunowibowo, Ph.D. Para mahasiswa berperan aktif dalam kegiatan belajar dan riset sains guna meningkatkan literasi sains, kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas siswa.

Hasil observasi awal menunjukkan adanya sejumlah tantangan, seperti kesulitan siswa menuangkan ide penelitian ke dalam bentuk karya ilmiah yang sistematis, terbatasnya waktu bimbingan intensif dari guru, serta minimnya akses terhadap sumber literatur dan latihan presentasi ilmiah. Untuk menjawab persoalan tersebut, tim mahasiswa merancang rangkaian pembelajaran praktik yang berlangsung pada Agustus–Desember 2025 dan berfokus pada pendampingan intensif Tim OPSI melalui lima modul praktikum yang mengintegrasikan Konversi Energi dan Mikrokontroler.

Lima topik praktikum tersebut meliputi:

  1. Dasar-dasar Pemrograman Mikrokontroler Menggunakan Arduino (Aswin Nugrahandi Hernawan, Salsabilla Nur Azizah),
  2. Pengaruh Variasi Pelapisan Thin Film pada Double Glazing terhadap Transmisi Cahaya dan Efisiensi Termal (Ainun Istiqomah, Athifah Novi Alfiani),
  3. Uji Pengaruh Warna Permukaan Paving terhadap Kalor Sensibel untuk Aplikasi Thermal Comfort (Mufti Muammarul Haq, Revalina Zulfalhuthfi Syafiah),
  4. Analisis Efektivitas Campuran Pasir-Grafit sebagai Media Peredam Panas untuk Meningkatkan Efisiensi Termal Bangunan secara Pasif (Eva Rahayu Putri, Fina Husnawati), dan
  5. Pengaruh Variasi Serbuk dalam Oli 10W-40 terhadap Pendinginan Panel Surya dan Potensi Penghematan Daya Listrik (Dian Permata Lestari, Riana Natifa Eka Cahyani).

Setiap sesi pembelajaran dirancang untuk mengasah kemampuan eksperimen, analisis ilmiah, dan penerapan konsep fisika pada masalah nyata. Dari kegiatan ini lahir berbagai gagasan penelitian yang kemudian dikembangkan menjadi proyek OPSI.

Salah satu karya yang meraih penghargaan adalah proyek “Paving Limbah Abu Tebu (Palibu)” yang memenangkan Juara Harapan 1, oleh Afif Prawira Widagdo Ariseno dan Muhammad Rafi Al Majid (XI-4). Tim lain yang terdiri dari Carissa Zalfa Putri Widya (X-3) dan Kirana Putri Maharani (X-1) berhasil meraih Juara 3. Kedua tim dibimbing oleh guru pembina OPSI SMAN 1 Boyolali, Handoko, S.H. dan Ari Utami Widayani, S.Pd., serta didukung oleh Kepala Sekolah Bambang Prihantoro, S.Pd., M.Pd.

Siswa SMAN 1 Boyolali Juara 3 dan Harapan 1 di Lomba Lomba Peneliti Belia PUTech & International Scientific Paper Competition 2025 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

“PUTech merupakan pengalaman pertama saya. Dari bimbingan, saya belajar menyusun laporan dan melaksanakan eksperimen penelitian. Alhamdulillah bisa meraih juara harapan satu dan itu memotivasi saya untuk terus berkembang,” ujar Rafi. Ia berharap sekolah semakin sering mengikutsertakan siswa dalam kompetisi penelitian.

Guru pembimbing, Ibu Ari, menyampaikan bahwa kontribusi mahasiswa pendamping sangat membantu dalam keseluruhan proses. “Melalui pendampingan ini, siswa belajar mengenal penelitian, memahami prosedurnya, serta melatih keterampilan public speaking yang menjadi komponen penting dalam penilaian,” ungkapnya.

Program ini juga mendukung beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi sains dan keterampilan penelitian siswa. Topik praktikum berbasis energi dan mikrokontroler turut memperkuat SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Inovasi siswa dalam proyek berbahan limbah, seperti paving ramah lingkungan, berkontribusi pada SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pemanfaatan limbah serta peningkatan kesadaran terhadap isu keberlanjutan.

Kepala Sekolah SMAN 1 Boyolali, Bambang Prihantoro, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi besar dampak program ini terhadap perkembangan riset siswa. “Program pendampingan dari UNS ini terbukti membawa manfaat besar bagi kemampuan penelitian dan kreativitas peserta didik. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya agar budaya riset di sekolah semakin kuat dan kesempatan prestasi siswa semakin terbuka,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara UNS dan SMAN 1 Boyolali, program ini tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga memperkuat budaya riset di sekolah dan menunjukkan bahwa sinergi perguruan tinggi dan sekolah menengah mampu menghadirkan pembelajaran yang berdampak nyata dan berorientasi keberlanjutan.

 

Humas FKIP UNS