FKIP UNS – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan belajar dan studi banding dari Sekolah Pascasarjana Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut, Jumat (9/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung F FKIP UNS yang dihadiri oleh jajaran pimpinan FKIP UNS, yakni Dekan FKIP UNS Dr. Imam Sujadi, M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian Prof. Dr. paed. Nurma Yunita Indriyanti, M.Si., M.Sc., serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Slamet Subiyantoro, M.Si. Hadir pula para Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Studi Magister Pendidikan Matematika, dan Program Studi Magister Teknologi Pendidikan serta perwakilan mahasiswa. Selain itu acara dihadiri oleh Pimpinan, Dosen, serta mahasiswa Pascasarjana IPI Garut
Dekan FKIP UNS Dr. Imam Sujadi, M.Si. membuka kegiatan dengan menyampaikan bahwa FKIP UNS senantiasa membuka ruang kolaborasi akademik dengan berbagai perguruan tinggi guna memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
“FKIP UNS selalu membuka ruang kolaborasi akademik dengan berbagai perguruan tinggi guna memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi serta meningkatkan mutu pendidikan pascasarjana,” ujar Dr. Imam Sujadi.
Dr. Imam Sujadi, M.Si. juga memaparkan profil akademik FKIP UNS yang mengelola puluhan program studi pada jenjang sarjana, magister, doktor, serta Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan ini menunjukkan bahwa FKIP UNS memiliki spektrum keilmuan kependidikan yang lengkap dengan capaian akreditasi baik, sangat baik, hingga unggul, termasuk sejumlah program studi berakreditasi internasional.
“FKIP UNS saat ini mengelola 49 bidang studi yang tersebar pada jenjang 25 program sarjana, 18 program magister, 5 program doktor, dan 1 program studi PPG yang membawahi 34 bidang studi masing-masing sudah memiliki akreditasi baik tingkat nasional dan beberapa akreditasi internasional ” jelas Dr. Imam Sujadi.
Selain berdampak pada penguatan akademik, Dr. Imam Sujadi, M.Si. menambahkan bahwa kunjungan belajar dan studi banding ini juga memiliki nilai strategis dalam mendukung perekonomian lokal, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Solo.
“Melalui kunjungan ini, kami berharap peserta dari IPI Garut juga dapat mengenal Kota Solo lebih dekat dengan berkeliling dan berinteraksi langsung dengan UMKM setempat, sehingga kegiatan akademik yang dilakukan turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ungkap Dr. Imam Sujadi.
Sementara itu, Wakil Direktur I Sekolah Pascasarjana IPI Garut Dr. Dian Rahadian, M.Pd. yang mewakili Direktur Sekolah Pascasarjana IPI Garut dalam sambutannya menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan belajar dan studi banding.
“Kunjungan ini bertujuan untuk memperluas wawasan pengelolaan program pascasarjana serta memperkuat kerja sama akademik antara IPI Garut dan FKIP UNS. Kunjungan ini juga merupakan warisan budaya akademik dari perintis IPI Garut” kata Dr. Dian Rahadian.
Sebagai bentuk konkret penguatan kolaborasi, kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS), meliputi nota kesepahaman (MoU) antara FKIP UNS dan Sekolah Pascasarjana IPI Garut, serta Implementation Arrangment (IA) antara Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Magister Pendidikan Matematika, dan Magister Teknologi Pendidikan.
Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi akademik oleh tiga mahasiswa Sekolah Pascasarjana IPI Garut dan perwakilan mahasiswa FKIP UNS. Para mahasiswa memaparkan hasil kajian dan pengalaman akademik yang kemudian ditanggapi melalui sesi diskusi interaktif.
Melalui kunjungan belajar dan studi banding, FKIP UNS dan Sekolah Pascasarjana IPI Garut diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam pengembangan pendidikan pascasarjana, peningkatan mutu pembelajaran, serta kolaborasi riset yang berdampak bagi masyarakat.
Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan mutu pendidikan tinggi, SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui dukungan terhadap UMKM lokal, serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi.