FKIP – Pada Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta adakan pelatihan dan pendampingan penerapan pembelajaran biologi pada tema Kualitas Air melalui pendekatan STEM 3D Learning dan dipadukan dengan SimRiver kepada guru – guru Biologi yang tergabung dalam MGMP Bilogi di Kabupaten Klaten. Acara dilaksanakan di SMA N 1 Karanganom, Klaten pada tanggal 6 Februari 2026 dan 9 Februari 2026 (11/02/2026). Kegiatan ini diharapakan peserta memperoleh pemahaman mendalam tentang masalah air, dan pada akhir pembelajaran, diharapkan peserta dapat mengambil tindakan bersama untuk menjaga kualitas air di Klaten.

Air adalah masalah yang sangat esensial bagi makhluk hidup di alam. Oleh karena itu, upaya menjaga kelestarian dan mempertahankan kualitasnya agar dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin, menjadi salah satu misi yang perlu diperjuangkan melalui berbagai cara. Salah satunya melalui pendidikan biologi. Menjaga kualitas air adalah salah satu goals SDGs 6, clean water and sanitation.

Klaten adalah wilayah dengan sumber air melimpah, dalam bentuk umbul atau mata air yang pada umumnya menjadi destinasi wisata unggulan Klaten. Beberapa perusahaan air mineral juga memanfaatkan sumber air di daerah ini. Namun, aktivitas industri, perkembangan perumahan dan kehidupan ekonomi masyarakat Klaten memberikan dampak bagi kualitas air setempat. Berbagai pencemaran telah diindikasi di beberapa sumber air.

Untuk menumbuhkan kesadaran kepada guru dan siswa SMA di Klaten, maka dilakukan kerjasama dengan MGMP Biologi Kabupaten Klaten dan mitra dari Chulalongkorn University, Thailand sebagai bentuk pelaksanaan SDGs 4 (peningkatan kualitas pendidikan), dan SDGs 17 (kerjasama) melalui Hibah Community Development Program EQUITY THE Impact Rankings 2025 Universitas Sebelas Maret (UNS) yang diperoleh oleh Tim RG STEAM Education FKIP UNS. Kegiatan ini memfokuskan pada pemberian pelatihan kepada guru-guru Biologi yang tergabung dalam MGMP Biologi Kabupaten Klaten dan pendampingan penerapan pembelajaran biologi pada tema Kualitas Air melalui pendekatan STEM 3D Learning yang dipadukan dengan SimRiver, yaitu sebuah aplikasi simulasi keragaman diatom sebagai penentu kualitas air.

Pendekatan STEM Three Dimensional Learning (3D Learning) adalah salah satu upaya untuk memperbaiki literasi sains siswa melalui pembelajaran kontekstual yang meniru cara kerja saintis, insinyur dan matematikawan dengan mengambil kasus lokal, yaitu kasus air di Klaten. Pendekatan STEM adalah pendekatan yang bersifat integratif, memadukan berbagai disiplin ilmu, sedangkan 3D Learning adalah framework yang memfokuskan pada konsep esensi disiplin sains, praktek dan tata kerja ilmuwan, insinyur dan matematikawan, serta konsep lintas sains. Pembelajaran memfokuskan pada upaya pembuktian kualitas air melalui uji beberapa parameter, sehingga peserta memperoleh pemahaman mendalam tentang masalah air, dan pada akhir pembelajaran, diharapkan peserta dapat mengambil tindakan bersama untuk menjaga kualitas air di Klaten.

Kegiatan telah dilaksanakan di SMA N 1 Karanganom, Klaten, dengan melibatkan 25 guru Biologi SMA se-Kabupaten Klaten sebagai peserta. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran inovatif yang berorientasi pada perbaikan literasi sains, dan upaya konservasi air di Klaten secara berkelanjutan.

Kegiatan telah dilangsungkan dua kali, yaitu pada 6 dan 9 Februari 2026. Pemahaman awal peserta ditumbuhkan dengan memberikan perkuliahan tentang Pendekatan STEM-3D Learning pada 6 Februari 2026 oleh Murni Ramli, Ed.D, sebagai ketua Tim Pengabdi, dan sekaligus ketua RG STEAM Education UNS. Materi ini menekankan pentingnya pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir kritis, analitis, serta berbasis bukti ilmiah. Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan mengenai Sustainable Development Goals (SDGs) ke-6 terkait air bersih dan sanitasi layak yang disampaikan oleh Alanindra Saputra, S.Pd., M.Sc.

Selain itu peserta juga diperkenalkan Lesson Plan Kualitas Air untuk diadaptasi di sekolah masing-masing, dan permainan edukatif board game bertajuk “Aqua Hero: Misi Menyelamatkan Air Klaten”, yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kualitas air dan mencegah pencemaran di lingkungan sekitar.

Kegiatan pengabdian akan dilanjutkan dengan implementasi lesson plan di kelas, open class untuk memberi kesempatan guru saling belajar yang akan dilaksanakan pada bulan Maret dan April 2026. Selain itu, sharing best practices pembelajaran kualitas air di Thailand juga akan disampaikan oleh Dr. Patcharee Rompayon Wichaidit, pakar pembelajaran STEM dari Chulalongkorn University, yang direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Mei 2026.

FKIP UNS