FKIP – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil memperoleh prestasi gemilang tingkat internasional dalam kegiatan Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASP0) yang diselenggarakan secara luring di Surabaya. Prestasi yang diperoleh mahasiswa UNS tersebut adalah perolehan medali emas kategori waste treatment dan penghargaan istimewa dari Yayasan Prestasi Pendidik Indonesia (YPPI). Adapun, mahasiswa UNS tersebut adalah Dji Hanafit dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknik Mesin 2018 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fatata A’izza Rosyada dari Prodi Matematika 2018 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Rakel Junetty dari Prodi Matematika 2018 FMIPA, dan Millenia Trias Puspa Rukmi dari Prodi Kimia 2018 FMIPA.
Perlombaan yang dilaksanakan pada Sabtu-Rabu (11-15/12/2021) diikuti oleh 410 tim dari 14 negara. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memfasilitasi hasil penelitian, serta inovasi peneliti muda. Penyelenggaraan lomba ini merupakan kerja sama antara Indonesian Young Scientist Association (IYSA) dan Departemen Aktuaria Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Dji Hanafit, ketua tim ini, menjelaskan bahwa proses perlombaan berlangsung panjang, meliputi pendaftaran, pengumpulan paper, poster, dan salindia, persiapan set up booth dan produk riset, penjurian, presentasi, dan pengumuman.
“Proses perlombaan berlangsung mulai pengumpulan paper, poster dan ppt. Kemudian menunggu pengumuman atau LoA. Setelah itu, berangkat ke Surabaya untuk pelaksanaan kompetisi. Pelaksanaan kompetisi dimulai dari persiapan set up booth dan produk riset. Hari kedua berupa penjurian. Hari ketiga, tim kami mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan karya dalam acara invention talk, dan hari terakhir berupa kegiatan awarding,” jelas Dji dalam wawancaranya kepada tim fkip.uns.ac.id.
Dji menjelaskan karya timnya yang dilombakan dalam kegiatan ini bernama Green-Ma, yakni pemanfaatan biofilter dan pasir hijau mangan sebagai sistem penyaringan limbah cair tahu.
“Latar belakang pembuatan alat Green-Ma, yakni melihat kondisi sosial di daerah tempat saya KKN (Kuliah Kerja Nyata). Kondisi yang terjadi yakni limbah cair tahu dibuang ke sungai secara langsung. Padahal limbah cair tahu memiliki kandungan yang cukup berbahaya jika dibuang tanpa melalui filtrasi, sehingga kami ingin membuat alat yang dapat memfilter limbah cair tahu sebelum dibuang ke sungai,” papar Dji.
Dji turut menceritakan kesannya memenangkan lomba ini.
“Saya dan tim merasa bersyukur atas pencapaian tersebut dan merasa bahagia, karena ini merupakan lomba luring pertama selama masa pandemi,” lanjut Dji.
Di akhir wawancara, Dji turut menyampaikan harapannya.
“Kami berharap agar karya yang kami teliti ini dapat terus bisa berkembang dan bisa bermanfaat bagi para industri tahu secara umum,” pungkas Dji.
Reporter: Akhmad Mukhibun
Editor: Zalfaa Azalia Pursita
https://fkip.uns.ac.id/
https://www.instagram.com/fkipuns.official/
#fkipuns
#fkipbagus
#uns
#universitassebelasmaret
#unsbisa