FKIP – Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam Kelompok 154 KKN memberikan dampak positif bagi masyarakat di Desa Kedungjeruk, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar dengan menggelar sosialisasi pembuatan pupuk organik. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (30/1/2022) dengan menerapkan protokol kesehatan.
Diketuai oleh Handika Dwi Santoso, Kelompok 154 KKN UNS terdiri dari delapan anggota. Mereka adalah Amanda Yuanita, Leonita Dian Nugraha, Fifin Tria Anggraini, Ayut Triwulan, Asri Listyaningrum, Miftah Khoiry Azzam, Andisa Fardhana, dan Ika Wahyu Nur Aisa Yulianto.
Salah satu anggota Kelompok KKN 154 UNS, Ika Wahyu Nur Aisa Yulianto, mengatakan bahwa ide pelaksanaan program kerja tersebut dilatarbelakangi oleh menumpuknya kotoran sapi di Desa Kedungjeruk. Oleh karena itu, mereka menggagas salah satu upaya pengelolaan kotoran sapi menjadi pupuk organik.
“Ide pelaksanaan sosialisasi ini muncul setelah kami mengamati keadaan di Desa Kedungjeruk. Kami menemukan suatu keadaan di mana banyak kotoran sapi dari kandang milik warga yang menumpuk. Oleh karena itu, kami menggagas untuk melakukan upaya pengelolaan kotoran tersebut agar tidak membahayakan lingkungan sekitar,” kata Ika kepada Tim Jurnalis FKIP UNS, Jumat (25/2/2022).

Diikuti oleh Perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Kedungjeruk, sosialisasi tersebut menghadirkan satu narasumber. Ia adalah Ketua Jaringan Petani Organik (Jarpeto) Kabupaten Sukoharjo, Setiyarman. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan mengenai cara pengelolaan limbah kotoran sapi atau ternak menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan.
“Sebagai petani kita harus paham nutrisi apa saja yang dibutuhkan tanaman. Salah satu nutrisi tersebut bisa didapatkan dari pupuk organik. Mengapa pupuk organik? Karena ramah lingkungan dan dapat membantu menyuburkan tanah. Pupuk organik bisa diolah dari campuran bahan, seperti kotoran ternak, sampah atau dedaunan kering, arang sekam, dolomit, bakteri pengurai, tetes, dan air,” jelas Setiyarman.
Pada akhir sesi wawancara, Ika dan tim berharap kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman kepada petani bagaimana cara membuat pupuk organik dari kotoran hewan ternak dan manfaatnya.
“Kami berharap dengan adanya pelaksanaan sosialisasi ini dapat membantu petani dan peternak dalam mengolah limbah kotoran sapi atau hewan ternak lainnya untuk dijadikan pupuk organik. Dengan demikian, mereka dapat menghemat biaya dari penggunaan pupuk kimia. Selain itu, secara jangka panjang penggunaan pupuk organik dapat menjaga kesuburan tanah,” pungkas Ika.
Reporter: Rosantika Utami
Editor: Zalfaa Azalia Pursita
https://fkip.uns.ac.id/
https://www.instagram.com/fkipuns.official/
#fkipuns
#fkipbagus
#uns
#universitassebelasmaret
#unsbisa