FKIP – Kelompok 148 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar sosialisasi dan pembuatan tanaman hidroponik menggunakan media limbah botol plastik saat pertemuan ibu- ibu PKK di Desa Badran RT 29 RW 05 Gondang, Sragen pada Minggu (6/8/2023). Sosialisasi ini bertujuan memantik masyarakat untuk melakukan kegiatan penanaman tanaman hidroponik yang bermanfaat bagi kebutuhan sayur sehari-hari.
Hidroponik merupakan suatu teknik pertanian yang tidak menggunakan media tanah, melainkan menggunakan media botol plastik bekas, air, dan larutan nutrisi yang dibutuhkan tanaman sebagai media tanam. Selain larutan air dan nutrisi, penanaman hidroponik juga dapat menggunakan media tanam lain, seperti rockwool dan kain flanel.
Hidroponik merupakan sistem bercocok tanam yang banyak digemari oleh masyarakat karena praktis bisa dilakukan dimana saja dan penempatannya pun bisa dimana saja. Kegiatan hidroponik ini tidak menggunakan tanah sebagai media tumbuhnya sehingga bisa di tanam di lahan yang sempit.
Ketua Kelompok 148 KKN UNS, Al Hamda yang merupakan Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS berharap dengan adanya kegiatan ini masyarakat khususnya ibu-ibu yang mayoritasnya adalah ibu rumah tangga dapat mengetahui cara budidaya tanaman dengan menggunakan media tanam selain tanah. Selain itu, penanaman hidroponik ini lebih menyehatkan masyarakat karena tidak menggunakan pestisida atau bahan kimia lainnya.
“Semoga dengan adanya program sosialisasi dari Kelompok 148 Mahasiswa KKN UNS tentang budidaya tanaman hidroponik ini bisa menambah wawasan masyarakat Desa Badran RT 29, Gondang, Sragen tentang menanam sayuran tidak hanya menggunakan media tanah, tapi bisa juga dengan menggunakan media lain,” harap Al Hamda.
Wina Dian Sakuntala, sala satu anggota Kelompok 148 Mahasiswa KKN UNS dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Sosiologi dan Antropologi FKIP UNS mengatakan bahwa jenis tanaman yang digunakan bibit adalah benih selada yang sudah tumbuh 4 helai daun sehingga bisa dipindahkan. Selada yang berumur 4 minggu dan dua batang tanaman pakcoy sebagai contoh untuk diperlihatkan kepada masyarakat hasil dari penanaman hidroponik. Ia juga mengatakan bahwa tanaman hidroponik sangat banyak keuntungannya, yaitu tingkat keberhasilan tanaman untuk tumbuh dan berproduksi lebih terjamin serta perawatan lebih praktis. Tanaman hidroponik juga tidak banyak menggunakan pestisida pasalnya jumlah hama cenderung sedikit dikarenakan menggunakan air sebagai media tanam, tidak membutuhkan ruang tanaman yang luas, dan tidak ditumbuhi gulma.