FKIP UNS – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi penyelenggaraan pendidikan inklusi di SD Negeri 14 Mulyoharjo, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang (5/5/25). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat dan juga menjadi sarana implementasi praktik lapangan yang mempertemukan teori akademik dengan realitas dunia pendidikan.

Sosialisasi diikuti oleh kepala sekolah dan guru dari seluruh SD negeri se-Kecamatan Pemalang. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman para pendidik mengenai pentingnya pendidikan inklusif, memberikan pengenalan terhadap karakteristik dasar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), serta mendorong kesiapan sekolah dalam menyelenggarakan layanan pendidikan yang setara dan adaptif bagi semua siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang keilmuan dan pengalaman yang relevan, yaitu Sugini, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Luar Biasa FKIP UNS, serta Awaliya Frisnawati, S.Psi., seorang guru di salah satu SMA negeri di Pemalang sekaligus lulusan Psikologi yang berpengalaman dalam penyusunan profil belajar siswa serta asesmen kebutuhan khusus. Kedua narasumber memberikan materi yang mendalam tentang konsep dasar pendidikan inklusi, peran guru dalam menciptakan ruang kelas yang ramah ABK, strategi pembelajaran yang responsif, serta pendekatan psikopedagogis dalam proses identifikasi awal kebutuhan khusus siswa.

Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, terutama saat sesi tanya jawab yang membahas berbagai kasus nyata yang mereka hadapi di sekolah. Diskusi yang terbuka ini menjadi wadah bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman sekaligus mendapatkan pencerahan terkait langkah-langkah tepat dalam menghadapi keberagaman karakteristik siswa.

Salah satu guru peserta kegiatan mengungkapkan bahwa sosialisasi ini sangat membantu dalam membuka wawasan dan menambah pemahaman mereka terhadap praktik pendidikan inklusif yang sesungguhnya. Ia mengaku bahwa banyak hal yang sebelumnya belum dipahami kini menjadi lebih jelas dan terstruktur, khususnya dalam penyusunan rencana pembelajaran yang inklusif dan identifikasi awal terhadap siswa ABK.

Lebih dari sekadar sosialisasi, kegiatan ini juga memunculkan dampak lanjutan yang positif, seperti munculnya komitmen guru untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang lebih adaptif terhadap kebutuhan siswa, serta terbentuknya forum komunikasi antara kepala sekolah dan narasumber guna merancang strategi pendampingan dan asesmen berkelanjutan di sekolah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa FKIP UNS membuktikan kiprahnya dalam memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, khususnya dalam memperkuat kapasitas sekolah dasar di wilayah Pemalang agar lebih inklusif, adil, dan ramah terhadap semua anak. Harapannya, kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya kolektif mewujudkan pendidikan yang memberi ruang bagi setiap anak untuk berkembang secara optimal tanpa diskriminasi.

Humas FKIP
#fkip #uns