FKIP UNS – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan (PTB) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam Tim Hibah MBKM UNS 2025 melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk SEMAR EDUTECH (Smart Education with Technology) di Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali (8/3/25, 12/3/25 & 30/4/25) sebagai upaya meningkatkan literasi digital dan keterampilan teknologi dasar bagi siswa sekolah dasar di wilayah tersebut. SEMAR EDUTECH menjadi bagian dari skema Hibah MBKM UNS 2025 dalam tema “Proyek Membangun Desa”, yang bertujuan menjembatani kesenjangan akses teknologi antara desa dan kota melalui pendekatan edukatif dan interaktif berbasis praktik langsung.
SEMAR EDUTECH dirancang untuk memberikan bimbingan teknologi dasar kepada siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 di SD Negeri yang ada di Desa Sruni, dengan tujuan meningkatkan kemampuan literasi digital dan keterampilan penggunaan perangkat teknologi sejak usia dini sebagai bekal menghadapi tantangan di jenjang pendidikan selanjutnya dan kehidupan di era digital. Program ini dilaksanakan selama tiga minggu, dimulai pertengahan Maret hingga April 2025, melalui pendekatan edukatif dan interaktif berbasis praktik langsung. Kegiatan mencakup pengenalan perangkat keras (hardware) seperti laptop, mouse, keyboard, flashdisk, dan LCD, serta pengenalan perangkat lunak (software) seperti Microsoft Word dan Microsoft PowerPoint. Para siswa diajak untuk mengenal, mengoperasikan, dan mempraktikkan secara langsung penggunaan aplikasi tersebut melalui tugas sederhana seperti membuat dokumen dan presentasi bertema “Rumah Impianku”.
Ketua Tim, Rio Trida Hardani, menjelaskan bahwa program ini hadir untuk menjembatani kesenjangan digital antara anak-anak di desa dan kota. “Kami ingin anak-anak di desa juga merasakan pentingnya teknologi dalam pendidikan sejak dini. Harapannya, mereka tidak tertinggal dan bisa bersaing dengan anak-anak di kota,” ujar Rio.
SEMAR EDUTECH tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada siswa, tetapi juga membangun fondasi literasi digital jangka panjang di lingkungan pendidikan Desa Sruni. Program ini menjadi bagian dari inisiatif TechnoVillage yang berfokus pada empat pilar utama, yaitu bimbingan teknologi untuk siswa sekolah dasar, pendampingan UMKM dalam pemanfaatan teknologi digital, penguatan branding digital Desa Sruni sebagai destinasi wisata edukasi, dan pemanfaatan biogas menjadi energi listrik. Melalui pemberdayaan masyarakat, pelajar, dan pelaku usaha lokal, TechnoVillage bertujuan menjadikan Desa Sruni sebagai Smart Village yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing.
Rangkaian kegiatan SEMAR EDUTECH dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni tahap perencanaan dan persiapan, tahap pelaksanaan, serta tahap monitoring dan evaluasi. Tahap perencanaan mencakup koordinasi dengan pihak sekolah, penyusunan jadwal, serta pengembangan materi pembelajaran yang ramah anak. Tahap pelaksanaan meliputi bimbingan teknis pengenalan perangkat keras, praktik penggunaan aplikasi Microsoft Office, serta simulasi proyek mini yang memfasilitasi kreativitas siswa. Sementara itu, pada tahap monitoring dan evaluasi, dilakukan pemantauan kegiatan serta diskusi bersama guru untuk mengukur dampak program terhadap peningkatan soft skill siswa dan partisipasi mereka dalam penggunaan teknologi. Program ini dilaksanakan dalam beberapa agenda, antara lain pada 8 Maret 2025 dengan kegiatan pengenalan perangkat keras dan lunak serta pelatihan Microsoft Word dan pembuatan tas ecoprint; pada 12 Maret 2025 dengan pelatihan Microsoft PowerPoint serta edukasi bertema Semarak Ramadhan; serta pada 30 April 2025 dengan pelaksanaan lomba cerdas cermat dan fun games edukatif.
Melalui semangat kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, sekolah, dan masyarakat, SEMAR EDUTECH membuktikan bahwa transformasi pendidikan yang adaptif dan inklusif dapat diwujudkan di lingkungan pedesaan. Program ini menjadi representasi semangat Merdeka Belajar yang mendorong siswa tidak hanya sebagai pengguna pasif, tetapi juga sebagai pelaku aktif dan kreatif dalam pemanfaatan teknologi digital. Ke depan, Desa Sruni diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis teknologi yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
Humas FKIP
#pendididkanteknikbangunan #fkip #uns