FKIP UNS – Riset Grup (RG) Habitus Pendidikan Sosiologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Komunitas Difabel Pinilih, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan ini diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan pada Rabu, (19/6/25) bertempat di Resto Baleroso, Godean, Yogyakarta.
Kegiatan FGD diikuti oleh anggota Komunitas Difabel Pinilih serta tim dosen pengabdian masyarakat dari RG Habitus FKIP UNS. FGD ini bertujuan untuk menggali sejarah terbentuknya Komunitas Pinilih dan menelusuri perkembangan serta kiprah komunitas dalam memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi FKIP UNS sekaligus koordinator kegiatan pengabdian, Yosafat Hermawan Trinugraha, S.Sos., M.Pd. Dalam sambutannya, Yosafat menegaskan pentingnya upaya dokumentasi dan penguatan profil komunitas difabel dalam rangka mendukung advokasi sosial dan pendidikan inklusif.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi kontribusi nyata akademisi untuk mendukung pengarusutamaan isu disabilitas dalam masyarakat dan kebijakan publik,” ungkap Yosafat.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Yayasan Pinilih, Ibu Tri Suhartini, yang menyambut baik kerja sama ini. Ia menyatakan bahwa dokumentasi sejarah dan profil komunitas sangat dibutuhkan sebagai bahan refleksi sekaligus alat kampanye kesetaraan.
FGD dipandu oleh moderator Ayu Dipta Kirana, S.S., M.A., salah satu anggota dosen pengabdi dari RG Habitus. Dalam diskusi, para peserta berbagi pengalaman mengenai dinamika komunitas, tantangan yang dihadapi, serta langkah-langkah strategis yang dilakukan dalam pemberdayaan anggotanya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian masyarakat RG Habitus yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-10 tentang Reduced Inequalities atau Berkurangnya Kesenjangan. Tujuan ini menekankan pentingnya kesetaraan hak dan kesempatan bagi semua kelompok, termasuk penyandang disabilitas, dalam berbagai aspek kehidupan.
Sebagai tindak lanjut, tim RG Habitus akan menyusun profil resmi Komunitas Difabel Pinilih yang diharapkan dapat digunakan sebagai media edukasi dan advokasi publik tentang kesetaraan dan inklusi sosial.Riset Grup Habitus FKIP UNS Gelar Pengabdian di Komunitas Difabel Pinilih Yogyakarta
Yogyakarta – Riset Grup (RG) Habitus Pendidikan Sosiologi Antropologi FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Komunitas Difabel Pinilih, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan ini diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan pada Rabu, 19 Juni 2025, bertempat di Resto Baleroso, Godean, Yogyakarta.
Kegiatan FGD diikuti oleh anggota Komunitas Difabel Pinilih serta tim dosen pengabdian masyarakat dari RG Habitus FKIP UNS. FGD ini bertujuan untuk menggali sejarah terbentuknya Komunitas Pinilih dan menelusuri perkembangan serta kiprah komunitas dalam memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi FKIP UNS sekaligus koordinator kegiatan pengabdian, Yosafat Hermawan Trinugraha, S.Sos., M.Pd. Dalam sambutannya, Yosafat menegaskan pentingnya upaya dokumentasi dan penguatan profil komunitas difabel dalam rangka mendukung advokasi sosial dan pendidikan inklusif.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi kontribusi nyata akademisi untuk mendukung pengarusutamaan isu disabilitas dalam masyarakat dan kebijakan publik,” ungkap Yosafat.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Yayasan Pinilih, Ibu Tri Suhartini, yang menyambut baik kerja sama ini. Ia menyatakan bahwa dokumentasi sejarah dan profil komunitas sangat dibutuhkan sebagai bahan refleksi sekaligus alat kampanye kesetaraan.
FGD dipandu oleh moderator Ayu Dipta Kirana, S.S., M.A., salah satu anggota dosen pengabdi dari RG Habitus. Dalam diskusi, para peserta berbagi pengalaman mengenai dinamika komunitas, tantangan yang dihadapi, serta langkah-langkah strategis yang dilakukan dalam pemberdayaan anggotanya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian masyarakat RG Habitus yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-10 tentang Reduced Inequalities atau Berkurangnya Kesenjangan. Tujuan ini menekankan pentingnya kesetaraan hak dan kesempatan bagi semua kelompok, termasuk penyandang disabilitas, dalam berbagai aspek kehidupan.
Sebagai tindak lanjut, tim RG Habitus akan menyusun profil resmi Komunitas Difabel Pinilih yang diharapkan dapat digunakan sebagai media edukasi dan advokasi publik tentang kesetaraan dan inklusi sosial.