FKIP UNS – Tim Research Group (RG) Program Studi Pendidikan Guru PAUD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertema “Pelatihan Komunikasi Digital Bagi Guru PAUD dalam Menjalin Hubungan dengan Orang Tua Milenial dan Gen Z.” Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa (1/7/25) bertempat di TK Aisyiyah Joyosuran, Kota Surakarta. Pelatihan dihadiri oleh 20 guru PAUD dari TK tersebut dan dipimpin oleh Dr. Upik Elok Endang Rasmani, M.Pd, sebagai ketua tim pengabdi, dengan dukungan para anggota dosen dari Program Studi PG PAUD, FKIP UNS, yaitu Dr. Drs. Bambang Winarji, M.Pd., Novita Eka Nurjanah, M.Pd., Nurul Shofiatin Zuhro, S.Pd., M.Pd., Anjar Fitrianingtyas, S.Pd., M.Pd., dan Jumiatmoko, S.Pd., M.Pd.

Perubahan generasi membawa perbedaan besar dalam cara berpikir, berinteraksi, hingga dalam menyampaikan dan menerima informasi. Saat ini, sebagian besar orang tua murid di lembaga PAUD merupakan bagian dari generasi milenial (lahir tahun 1981–1996) dan generasi Z (lahir tahun 1997–2012). Keduanya dikenal sangat dekat dengan teknologi digital, cenderung responsif, mengutamakan efisiensi, serta menyukai komunikasi yang instan, ringkas, dan berbasis media sosial.

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan antara karakteristik orang tua ini dan para pendidik PAUD, terutama guru-guru senior yang rata-rata berusia di atas 50 tahun dan belum terbiasa dengan penggunaan teknologi digital dalam komunikasi sehari-hari. TK Aisyiyah Joyosuran merupakan salah satu contoh nyata lembaga PAUD yang mengalami tantangan tersebut. Mayoritas guru belum memiliki keterampilan komunikasi digital yang memadai, yang berdampak pada kurang maksimalnya interaksi antara guru dan orang tua murid.

Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai risiko, seperti kesalahpahaman informasi, kurangnya keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak, hingga berkurangnya kepercayaan terhadap lembaga. Oleh karena itu, tim RG Manajemen PAUD UNS memandang perlu adanya pelatihan yang mampu memberdayakan guru PAUD untuk menjalin komunikasi digital yang efektif dan profesional.

Pelatihan yang diberikan dalam program ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga sangat praktis dan aplikatif. Para peserta dibekali dengan materi penting seperti:

  1. Karakteristik Komunikasi Orang Tua Milenial dan Gen Z: Mengenal pola pikir, ekspektasi, serta preferensi komunikasi generasi ini dalam konteks hubungan sekolah-rumah.
  2. Etika dan Teknik Komunikasi Digital: Bagaimana menyusun pesan yang efektif, empatik, dan profesional melalui berbagai platform.
  3. Pemanfaatan Platform Digital: Penggunaan WhatsApp, email, media sosial, dan aplikasi pembelajaran daring untuk menyampaikan informasi akademik, perkembangan anak, dan program sekolah.
  4. Studi Kasus dan Simulasi: Guru diajak untuk mempraktikkan langsung teknik komunikasi digital yang baik melalui simulasi kasus yang sering terjadi dalam dunia PAUD.

Dr. Upik Elok Endang Rasmani dalam sambutannya menyampaikan, “Tujuan pelatihan ini bukan hanya memberi pengetahuan, tetapi membangun kesadaran bahwa guru juga perlu menjadi komunikator yang luwes dan adaptif dalam era digital. Komunikasi yang efektif adalah kunci utama menjalin kepercayaan dengan orang tua murid.”

Program pelatihan ini selaras dengan tujuan keempat dari Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Quality Education atau Pendidikan Berkualitas. Komunikasi yang baik antara guru dan orang tua dapat meningkatkan partisipasi keluarga dalam pendidikan anak usia dini, memperkuat sistem pendidikan yang inklusif, serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan di tingkat dasar.

Kegiatan ini juga sejalan dengan misi Universitas Sebelas Maret sebagai lembaga pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi bagi masyarakat melalui program pengabdian berbasis riset. Hibah dana Non-APBN yang difasilitasi oleh LPPM UNS menjadi penopang utama dalam realisasi kegiatan ini.

Antusiasme peserta tampak sejak awal hingga akhir kegiatan. Para guru TK Aisyiyah Joyosuran menyambut baik pelatihan ini sebagai angin segar bagi peningkatan profesionalisme mereka. Salah satu peserta, Ibu Robingah, S.Pd., yang juga menjabat sebagai kepala sekolah, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap tim dosen UNS.

“Saya merasa sangat terbantu. Kini saya dan rekan-rekan guru menjadi lebih paham cara berkomunikasi secara digital dengan orang tua. Tidak hanya soal aplikasi yang digunakan, tapi juga bagaimana menyampaikan informasi secara santun, tepat sasaran, dan membangun hubungan yang baik,” ungkap Ibu Robingah  dengan semangat.

Ia juga berharap kegiatan serupa bisa berlanjut dan menjangkau lebih banyak lembaga PAUD, khususnya di wilayah Kota Surakarta yang masih menghadapi kendala serupa.

Melihat antusiasme peserta dan efektivitas pelatihan, tim RG Manajemen PAUD UNS berencana untuk mengembangkan modul komunikasi digital dalam bentuk panduan atau e-book yang dapat diakses oleh guru PAUD secara luas. Selain itu, akan dilakukan pemantauan tindak lanjut terhadap lembaga mitra untuk melihat sejauh mana praktik komunikasi digital diterapkan pasca pelatihan.

“Komitmen kami adalah mendampingi guru-guru PAUD agar siap menghadapi tantangan zaman. Transformasi digital dalam pendidikan tidak boleh meninggalkan siapa pun, termasuk guru senior. Justru mereka harus menjadi pelopor dalam membangun komunikasi yang sehat dan terbuka dengan orang tua,” tegas Dr. Upik di akhir sesi.

Melalui pelatihan ini, terbukti bahwa pendekatan berbasis kebutuhan lokal dan penguatan kapasitas guru menjadi kunci dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini. Komunikasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dasar dalam pengelolaan PAUD modern. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi lebih banyak lembaga dan guru di seluruh Indonesia untuk terus belajar, beradaptasi, dan membangun hubungan yang harmonis antara sekolah dan keluarga. Dengan komunikasi yang baik, kepercayaan orang tua akan tumbuh, dan pendidikan anak usia dini dapat berkembang secara optimal.

Humas fkip
#pgpaud #fkipuns #uns