FKIP UNS – Tim Grup Riset Linguistik dan Sastra Terapan FKIP Universitas Sebelas Maret melakukan eksplorasi terhadap kearifan lokal tentang sumber air. Tim peneliti ini diketuai Prof. Dr. Sumarwati, M.Pd. Anggota tim adalah Dr. Atikah Anindyarini, M.Hum., Dr. Edy Suryanto, M.Pd., Drs. Slamet, M.Pd., serta Dr. Laila Fitri Nur Hidayah, M.Pd. Dalam pelaksanaan eksplorasi Tim melibatkan mahasiswa S2 dan S3 Pendidikan Bahasa Indonesia UNS, yang meliputi Asri Nur Kamila, Alifia Nur Aini, Aprilia Rizjy, Nur Qayimah, Maulana Danar Maliki, dan Aldi Dwi Saputra.
Salah satu kearifan lokal yang dieksplorasi adalah upacara bersih Sendang Sinongko di Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten dilakukan setiap tahun. Tahapannya: (1) membersihkan sendang pada 13 dan 14 September; (2) kirab budaya pada 17 September, (3) tasyakuran pada 19 September 2025 (19/09/2025), dan (4) pertunjukan wayang kulit pada 19 September 2025 (19/09/2025) malam sebagai hiburan
Kegiatan bersih sendang dilakukan secara bergotong royong warga laki-laki maupun perempuan. Kegiatan ini dilakukan dengan membuang sampah daun-daun kering dari permukaan air sendang, membersihkan semak dan rumput di sekitar sendang, memotong ranting kering atau patah, serta menyapu dan membakar sampah. Pada 13 September pembersihan difokuskan pada lingkungan Sendang Wadon ‘perempuan’ dan 14 September pada Sendang Lanang ‘laki-laki’
Kirab budaya yang dilaksanakan pada hari Rabu diikuti oleh semua warga Desa Pokak yang terdiri atas tiga dusun. Setiap dusun mengadakan gunungan yang memuat hasil bumi, yaitu sayuran, palawija, dan padi. Selain mengarak gunungan, peserta setiap dusun menampilkan kostum hasil kreasinya yang unik. Ada juga penampilan drumband siswa taman kanak-kanak dan sekolah dasar di Desa Pokak. Kegiatan kirab dimulai dari Kantor keluarahan dan berakhir di pelataran Sendang Sinongko yang telah disiapkan tenda-tenda dan panggung. Para peserta selanjutnya tampil di panggung, seperti drumband anak-anak, tarian, hadroh, dan drama. Sebelumnya Kepala Desa Pokak, Ibu Soetjiati, memberi sambutan. Beliau berharap kegiatan budaya ini akan berlanjut demi melestarikan sumber air yang ada di Desa Pokak dan menjadikan Desa Pokak sebagai desa wisata. Acara pun diakhiri dengan memperebutkan gunungan sayur dan palawija. Beramai-ramai warga dengan antusias segera mengerubuti dan mengambil isi gunungan.
Tasyakuran dilaksanakan pada hari Jumat Wage yang dihadiri seluruh warga Desa Pokak, diperkirakan lebih dari 1500 orang. Selain Kepala Desa beserta jajarannya, cara tasyakuran juga dihadiri Bapak Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, yang dalam sambutannya berharap kegiatan ini dilestarikan dari generasi ke generasi.
Pada acara tasyakuran, hidangan wajib yang disediakan warga adalah masakan dari kambing dan minuman dawet. Pada tahun ini ada 50-an kamibing yang dimasak yang merupakan hasil iuran warga, maupun dari sumbangan. Kambing dimasak gule yang menjadi hidangan makan siang bagi seluruh warga. Selain itu, setiap kepala keluarga juga menyediakan nasi beserta opor ayam dan kelengkapannya yang ditata di wadah yang disebut tenong. Hidangan dalam tenong dikumpulkan di sekitar sendang dan diberi doa. Setelah acara santap nasi gule dan minuman dawet selesai, hidangan dalam tenong sebagian dibagikan kepada warga dan sebagian lainnya dibawa pulang untuk dimakan di rumah.
Harapan warga, seperti yang disampaikan Bapak Rosidi (54), acara tradisi bersih Sendang Sinongko dapat terus dilaksanakan setiap tahun. Tradisi ini bagi warga Desa Pokak dipandang penting dan ditunggu-tunggu sehingga warga yang tinggal di luar kota pun akan menyempatkan pulang kampung.
“Bagi kami, bersih Sendang Sinongko sebagai wujud ungkapan syukur atas karunia air sendang sehingga dapat mengairi lahan pertanian. Alhamdulillah dari berkah air sendang, panen kami tahun ini melimpah,” demikian keterangan Bapak Rosidi.
Humas FKIP