FKIP – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sentra Kegiatan Islam (SKI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Kajian Islam Rutin #8 (KAISAR #8) secara daring melalui Zoom Cloud Meeting pada Kamis (19/8/2021).

Mengusung tema “Pendidikan Sekuler Melesat, Generasi Muda Tersesat”, acara ini menghadirkan pembicara Sukarmin, S. Pd., M.Si., Ph.D. selaku Dosen Pendidikan Fisika, Ketua Tim Pembina Agama Islam FKIP UNS, dan Kepala Program Studi (Kaprodi) S2 Pendidikan Fisika UNS. Di awal materi, Sukarmin mengajak peserta untuk mengucapkan rasa syukur atas nikmat yang telah didapat sampai saat ini.

“Alhamdulillah kita masih bisa bertemu dengan keadaan sehat, baik jasmani dan insyaallah rohani serta masih diberi nikmat sempat. Jangan sampai kita baru bersyukur atas nikmat sempat ketika merasa sempit,” ucap Sukarmin.

Mengawali materi yang dipaparkan, Sukarmin menyajikan pengertian sekuler dan sekularisasi ilmu yang kemudian disintesiskan.

“Sekularisasi ilmu pengetahuan dapat dimaknai sebagai suatu proses pelepasan atau pembebasan ilmu pengetahuan dari setiap pengaruh agama sebagai landasan berpikir,” jelas Sukarmin.

Setelah dipaparkan mengenai pengertian sekulerisasi, Sukarmin melanjutkan penjelasan mengenai kerangka ilmu pengetahuan sekuler.

“Secara istilah, sekularisasi ilmu pengetahuan berbentuk rasionalisme dan empirisme, bukan keyakinan. Sekularisasi ilmu pengetahuan harus mempertahankan keobjektifan tujuan dengan menaati aturannya sendiri dan menghindari ilmu pengetahuan selalu terkait dengan agama,” tutur Sukarmin.

Lebih lanjut, Sukarmin mengaitkan antara sekularisasi ilmu dan sekularisasi pendidikan.

“Jika proses pendidikan berisi kurikulum, sedangkan kurikulum dihubungkan dengan kerangka ilmu pengetahuan, maka pendidikan sekuler dapat diartikan sebagai program kurikulum, baik berupa mata pelajaran, silabus, atau apapun program sekolah yang didasarkan pada akal sebagai ukuran kebenaran yang menghasilkan pengetahuan bebas nilai yang tidak ada kaitannya dengan kebenaran yang didasarkan pada kebenaran agama,” jelas Sukarmin.

Selanjutnya, Sukarmin menyampaikan kondisi yang seharusnya terjadi antara ilmu pengetahuan dalam pandangan Islam yang keduanya tidak saling berlawanan.

“Pada hakikatnya pengetahuan dalam pandangan Islam memiliki kesatuan yang terintegrasi, sehingga tidak ada perlawanan dalam pengetahuan Tuhan,” ujar Sukarmin.

Sukarmin juga menyampaikan peran guru di era sekularisme dengan mencoba mengembalikan pendidikan seperti di masa kejayaan Islam.

“Konsep keimanan dan ketakwaan harus diturunkan ke dalam tataran operasional agar dapat menghasilkan peserta didik yang beriman dan bertakwa,” pungkasnya.

Reporter: Dwinanda Wuri Harsanti
Editor: Zalfaa Azalia Pursita

https://fkip.uns.ac.id/
https://www.instagram.com/fkipuns.official/

#fkipuns
#fkipbagus
#uns
#universitassebelasmaret
#unsbisa