Surakarta. Internasional Office (IO) FKIP UNS gelar workshop yang bertajuk “Timeable Workshop Series on Stem Education” yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada 24-26 Juni 2021. Diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari beberapa prodi di FKIP UNS dan narasumber berasal dari Finlandia, Malaysia dan Thailand.

Murni Ramli, Ed.D selaku ketua IO FKIP UNS dalam sambutanya berterimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam workshop kali ini dan harapanya mahasiswa dapat mengaplikasikan STEM education dalam pengajaran di dalam kelas.

Dr. Mardiyana M.Si selaku Dekan FKIP UNS mengapresiasi atas terselenggaranya workshop kali ini . “Program pembelajaran berbasis STEM Education dapat membantu siswa dalam memecahkan masalah, mandiri, inovatif, logis dan melek teknologi” tutur Dr. Mardiyana M.Si

Pemaparan pertama oleh Prof. Dr Muhammad Sattar Rasul yang berisi kegiatan yang dilakukan oleh STEM Enculturation Research Center UKM, mulai dari aktivitas penelitian sampai pengembangan kompetensi guru di Malaysia. Dr. Sattar menekankan peran pembelajaran STEM dalam mempersiakan siswa menghadapi tantangan
revolusi industri 4.0. Salah satu hal menarik yang disampaikan dalam paparan beliau adalah mengenai integrasi STEM dalam pendidikan Teknik dan kejuruan atau TVET (Technical & Vocational Education and Training). Selanjutnya,Dr Indah Widiastuti dan Murni Ramli, Ed.D dari Gurp Riset STEM Education & Literacy memberikan bagaimana pembelajaran STEM bisa dilakukan, baik di rumah maupun di sekolah dengan menggunakan pendekatan Scientific Method & Engineering Design. Dr Indah memberikan contoh kegiatan berupa proses desain rube Goldberg machine, sedangkan Dr Murni menyampaikan ide kegiatan yang diambil dari lingkungan sekitar yaitu permasalahan di sungai Bengawan Solo. Kedua pendekatan dalam STEM tersebut ditujukan supaya siswa memiliki kemampuan penyelesaian masalah melalui teknologi dan proses rekayasa berdasarkan konsep sains dan
matematika yang telah dipelajari.
Pada hari kedua dari workshop series ini, Dr Sittichai menujukkan bagaimana penggunaan game based learning dalam pembelajaran STEM melalui kegiatan interaktif. Paparan menarik berikutnya diberikan oleh Kristof Fenyfesi, Ph.D mengenai pembelajaran STEM di Finlandia. Dr Kristof menunjukkan bagaimana seni menjadi bagian dalam pembelajaran STEM melalui beberapa proyek pembelajaran di sekolah. Dalam sesi ini, peserta sangat antusias mendapatkan informasi bagaimana sekolah di Finlandia menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi siswa. Pada akhir sesi, Cucuk Wawan Budiyanto, Ph.D memberikan materi mengenai penggunaan robot dalam pembelajaran STEM. Secara umum, peserta memberikan respon positif dengan pelaksanaan STEM workshop series ini. Dan sebagai tindak lanjut, akan diselenggaran kegiatan pengembangan kurikulum STEM terintegrasi pada Lembaga pendidik tenga kependidikan di waktu yang akan datang.