HUMAS FKIP – Program Studi (Prodi) Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Seminar Nasional dan Call for Paper 2022 secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (20/8/2022).

Seminar dibuka dengan sambutan oleh Kepala Program Studi Pendidikan Akuntansi FKIP UNS, Dr. Sri Sumaryanti, S.Pd., M.Pd.

“Seperti yang kita ketahui bahwa tujuan dari pendidikan Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa yang tidak hanya menciptakan peserta didik memiliki kepribadian utuh, tetapi juga memiliki kompetensi yang lengkap. Pada saat ini, struktur di jenjang SMK mengalami banyak perombakan sehingga kita sebagai orang yang berperan di bidang pendidikan harus senantiasa mengikuti perkembangan zaman itu,” tutur Sr. Sumaryanti dalam sambutannya.

Tema yang diusung pada seminar ini yakni “Implementasi Merdeka Belajar”. Kegiatan seminar berlangsung dengan dimoderatori oleh Jaryanto, S.Pd., M.Si.

Pembicara pertama yakni Baskoro Hadi, S.E., M.Pd. Ia memaparkan materi bertajuk “Implementasi Kurikulum Merdeka”. Pemaparan diawali dengan pembahasan mengenai struktur kurikulum.

“Struktur kurikulum 2013 dasarnya yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 07/D.D5/KK/2018. Sementara kurikulum merdeka berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 262/M/2022,” jelas Baskoro.

Berikutnya, Baskoro membahas mengenai perencanaan pembelajaran pada kurikulum merdeka, yakni meliputi capaian pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, dan modul ajar.

Narasumber kedua yaitu Dr. Leny Noviani, M.Si., selaku dosen Pendidikan Ekonomi FKIP UNS. Dr Leny memaparkan materi dengan tajuk “Besti Kurma: Bincang Edukasi Sahabat Pendidikan Akuntansi Kurikulum Merdeka”.

“Perbedaan kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka dapat dilihat dari kompetensi, pengembangan karakter, prinsip pembelajaran, perencanaan pembelajaran, dan penilaian atau assessment,” papar Dr. Leny.

Orientasi kurikulum merdeka yang disampaikan oleh Dr. Leny terdiri dari 3 karakteristik, yakni penyederhanaan konten, fokus pada materi esensial. Kedua, pembelajaran berbasis projek yang kolaboratif, aplikatif, dan lintas mata pelajaran. Berikutnya, rumusan capaian pembelajaran dan pengaturan jam pelajaran yang memberi fleksibilitas untuk merancang kurikulum operasional dan pembelajaran sesuai tingkat kemampuan peserta didik.

Berikutnya, Dr. Leny menjelaskan mengenai pembelajaran berdiferensiasi.

“Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang mengakomodir, melayani, dan mengakui keberagaman siswa dalam belajar sesuai dengan kesiapan, minat, dan preferensi belajar siswa,” jelasnya.

Seminar diakhiri dengan sesi tanya jawab dengan narasumber dan closing statement dari salah satu pembicara, yaitu Dr. Leny.

“Pembelajaran dan penilaian bermutu merupakan kunci pendidikan bermutu,” pungkas Dr. Leny.

Reporter: Dwinanda Wuri Harsanti
Editor: Aulia Anjani

https://fkip.uns.ac.id/
https://www.instagram.com/fkipuns.official/

#fkipuns
#fkipbagus
#uns
#universitassebelasmaret
#unsbisa