FKIP — Program Studi (Prodi) Pendidikan Khusus (PKh) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar webinar internasional bertemakan “_Parenting Bagi Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus _” pada Rabu (9/11/2022). Webinar ini digelar secara luring di Hotel UNS Inn Surakarta dan daring melalui aplikasi Zoom Meeting.

Webinar dibuka secara langsung oleh Dekan FKIP UNS, Dr. Mardiyana, M.Si. yang hadir secara daring. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa UNS memiliki kebijakan yang ramah dengan anak berkebutuhan khusus. Ia berharap penyelenggaraan webinar ini dapat memberikan gambaran tentang bagaimana cara mendidik dan memperlakukan anak berkebutuhan khusus.

“Pada saat ini pemerintah sudah membuat kebijakan-kebijakan yang sangat peduli dengan keberadaan anak berkebutuhan khusus. Hal yang sama juga dilakukan oleh UNS di mana beberapa tahun ini UNS memberikan kesempatan kepada calon-calon mahasiswa berkebutuhan khusus untuk menempuh pendidikan melalui jalur khusus, yaitu jalur penerimaan mahasiswa berkebutuhan khusus. UNS juga memberikan fasilitas agar mereka tidak mengalami kesulitan-kesulitan selama proses pembelajaran. Semoga dengan diselenggarakannya kegiatan ini dapat memberikan gambaran kepada kita semua mengenai cara memperlakukan anak-anak berkebutuhan khusus,” harap Dr. Mardiyana.

Dimoderatori oleh Zalfaa Azalia Pursita dan Yumna yang merupakan mahasiswa Prodi PKh FKIP UNS, webinar ini menghadirkan lima narasumber. Webinar ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama terdiri dari pemaparan materi oleh tiga narasumber. Kemudian, sesi pemaparan materi kedua terdiri dari pemaparan materi oleh dua narasumber. Setiap sesi berakhir, dibuka sesi diskusi tanya jawab.

Narasumber pertama adalah Dr. Aliza Aliaz dari Malaysia. Ia memaparkan materi mengenai kiat sukses mendidik anak berkebutuhan khusus. Ia menjelaskan materi mulai dari gaya belajar anak, struktur belajar di rumah, hingga kiat mendidik anak berkebutuhan khusus. Ia menegaskan bahwa orang tua harus melibatkan peran anak berkebutuhan khusus dalam aktivitas keluarga.

“Untuk mengedukasi anak berkebutuhan khusus, harus perlu mengidentifikasi dulu gaya belajar anak tersebut, apakah visual, audio, atau kinestetik. Lalu, buat anak merasa memiliki fungsi atau peran dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Hal tersebut bisa dilakukan dengan mengajak anak membuat gambar-gambar, langkah-langkah, atau aturan yang sederhana,” pesan Dr. Aliza.

Narasumber kedua adalah Dr. drg. Julia Maria van Tiel dari Belanda. Ia memaparkan materi tentang tumbuh kembang anak dengan lompatan perkembangan. Narasumber ketiga adalah Isanka P. Gamage dari Srilanka yang memaparkan materi mengenai peran orang tua dalam membangun kemandirian anak.

Selanjutnya, narasumber keempat adalah Umi Susilowati, S.ST., M.Kes. dari Indonesia. Ia memaparkan materi mengenai hypnoparenting untuk orang tua anak berkebutuhan khusus. Adapun, narasumber terakhir dalam webinar ini adalah Dr. Nining Moordiningsih, Psi. Ia memaparkan materi mengenai komunikasi efektif antara orang tua dan anak berkebutuhan khusus di rumah. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan lima dasar dalam memahami anak berkebutuhan khusus.

“Hal pertama kali yang terjadi kepada orang tua ketika tahu anaknya berkebutuhan khusus biasanya adalah menyangkal, lalu marah, tidak menerima, hingga depresi. Setelah itu barulah mulai menerima. Ada lima langkah memahami anak berkebutuhan khusus yaitu lihat, dengar, berikan kenyamanan, lindungi, bantu anak mengarahkan dirinya ke hal yang dia sukai, dan bangun harapannya. Ingat, mendidik sama halnya dengan berkomunikasi. Jadi, terima diri dan anak apa adanya, semangati dirinya, dan kendalikan diri,” papar Dr. Nining.

HUMAS FKIP

Reporter: Rosantika Utami
Editor: Zalfaa Azalia Pursita

https://instagram.com/fkipuns.official/

#fkipuns
#fkipbagus
#uns
#unsbisa