FKIP UNS — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop “Pengembangan Mata Kuliah Penciri Fakultas: Microteaching” bertempat di Ruang Sidang Lantai 3, Gedung F FKIP UNS (15/4/26). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FKIP UNS dalam memperkuat kualitas pembelajaran serta meningkatkan kompetensi calon pendidik melalui pengembangan mata kuliah penciri fakultas.
Workshop ini diikuti oleh dosen pengampu, tim pengembang kurikulum, serta unsur akademik di lingkungan FKIP UNS. Fokus kegiatan diarahkan pada penyelarasan substansi, metode, serta evaluasi pembelajaran Microteaching agar semakin relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21 dan tuntutan kompetensi lulusan.
Dekan FKIP UNS yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian Prof. dr. paed. Nurma Yunita Indriyanti, M.Si., M.Sc. dalam sambutannya menegaskan bahwa Microteaching merupakan mata kuliah strategis yang berperan penting dalam membentuk keterampilan dasar mengajar mahasiswa sebagai calon guru profesional.
“Microteaching bukan hanya latihan mengajar, tetapi juga sarana membangun kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, penguasaan kelas, serta penerapan strategi pembelajaran yang inovatif. Pengembangannya harus terus dilakukan agar mampu menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang,” ujar Prof. Nurma.
Sementara itu, Koordinator Mata Kuliah Penciri FKIP UNS Dr. Agus Tri Susilo, M.Pd. menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan untuk menyamakan persepsi serta memperkuat desain pembelajaran Microteaching agar lebih terstruktur, adaptif, dan berbasis capaian pembelajaran lulusan.
“Melalui workshop ini, kami mendorong pengembangan Microteaching yang lebih sistematis, mulai dari penyusunan perangkat ajar, penggunaan media pembelajaran digital, hingga evaluasi praktik mengajar. Harapannya, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan sesuai dengan kebutuhan sekolah masa kini,” jelas Dr. Agus Tri Susilo.
Kegiatan workshop berlangsung dengan sesi diskusi dan pemetaan materi pembelajaran, termasuk penguatan integrasi teknologi pembelajaran, penyesuaian rubrik penilaian, serta strategi pengembangan keterampilan pedagogik mahasiswa. Forum ini juga menjadi ruang kolaborasi antar dosen lintas program studi dalam memastikan Microteaching menjadi mata kuliah penciri yang unggul dan berdampak nyata.
Workshop ini selaras dengan komitmen FKIP UNS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kualitas pendidikan guru, serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi internal antarunit akademik dalam mengembangkan sistem pembelajaran yang berkelanjutan.
Melalui workshop ini, FKIP UNS berharap pengembangan mata kuliah Microteaching dapat semakin optimal dan mampu menghasilkan calon pendidik yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital.